“Tidak ada alasan apapun untuk melepaskan tersangka serta menghentikan kasus itu, bahkan MUI dan GUIB Jawa Timur yang terdiri dari 62 Ormas Islam siap mengawal sampai kasus tuntas,” timpal Yunus Sekretaris Majelis Ulam Indonesia (MUI) Jawa Timur.

Kasus spanduk  kontroversional bertuliskan “Tuhan Membusuk” dalam kegiatan acara Orientasi Study Cinta Akademik dan Almamater (OSCAAR) tanggal 28-30 Agustus 2014 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tanggal 28-30 Agustus 2014 lalu masih terus dilakukan proses penyidikan oleh pihak Polda Jawa Timur.

Setelah kejadian ini, MUI Jatim berharap pihak UINSA Surabaya bersedia memperbaiki kurikulumnya.

Inilah beritanya.

***

Polda Jatim terus Lakukan Proses Pemeriksaan Kasus Spanduk “Tuhan Membusuk”

Polda Jawa Timur khusunya Direktorat Reserse Kriminal Umum telah memanggil Sekretaris MUI dan FPI Jatim untuk dimintai keterangan

Hidayatullah.com- Kasus spanduk  kontroversional bertuliskan “Tuhan Membusuk” dalam kegiatan acara Orientasi Study Cinta Akademik dan Almamater (OSCAAR) tanggal 28-30 Agustus 2014 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya tanggal 28-30 Agustus 2014 lalu masih terus dilakukan proses penyidikan oleh pihak Polda Jawa Timur.

Sampai pada Rabu (23/09/14) siang, pihak Polda Jawa Timur khusunya bagian Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim telah memanggil Sekretaris Majelis Ulam Indonesia (MUI) Jawa Timur, Mochammad Yunus, SPI, M.Pd.I dalam rangka untuk dimintai keterangan dan penjelasan perihal gugatan atas kasus itu. [baca: MUI Jatim “Diperiksa” Polda terkait Kasus Spanduk “Tuhan Membusuk”]

“Saya mendapat panggilan dari Direskrimun Polda Jatim untuk menjadi saksi atas kasus spanduk “Tuhan Membusuk”, Pukul 10.00 WIB di kantor Direskrimum Lantai 3, Ruang 309 Kanit V bagian pengaduan untuk kasus Kebakaran/ Pembakaran, Penghinaan dan Pencemaran Nama Baik,” kata Yunus kepada hidayatullah.com, Selasa (22/09/2014).

Sebelum itu, terang Yunus, Senin (22/09/2014) Polda Jatim juga telah memanggil Sekretaris Jendral Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur, Muhammad Khoiruddin beserta anggotanya sebanyak 7 orang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut selaku pelapor atas kasus tersebut.

“Setelah panggilan ini, dua hari kedepan Polda Jatim akan menyampaikan hasil pemeriksaanya,” kata Yunus.

Terkait dengan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka, ungkap Yunus, semua akan diserahkan pada pihak Polda Jatim yang memang bertugas untuk melakukan hal itu. Entah nanti itu dari pihak Rektorat, Dekanat, Dosen ataupun panitia OSCAAR itu sendiri.

“Apa yang kami lakukan ini merupak sebuah tindakan untuk membuat efek jera serta supaya mereka tidak gegabah lagi untuk melakukan hal yang sama,” tegas Yunus.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jatim, KH. Abdussomad Bukhori pada rapat koordinasi GUIB Jatim yang digelar di kantor MUI Jatim belum lama ini, setelah kejadian ini, ia berharap pihak UINSA Surabaya bersedia memperbaiki kurikulumnya, wabilkhusus pada kurikulum Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

“Secara pribadi, Rektor UINSA Surabaya, Prof. Dr. A’la sudah meminta MUI Jatim untuk menyampaikan maafnya kepada umat Islam atas kasus itu,” tegas Abdussomad.

Sebelum ini, tanggal 10 September 2014 lalu, Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengajukan gugatan ke Polda Jatim untuk mengusut dan menindaklanjutin kasus tersebut, sebab membuat kereshan di tengah-tengah masyarakat.*/Achmad Fazeri

 

Rep: Administrator

Editor: Cholis Akbar/hdytllcom, Rabu, 24 September 2014 – 14:04 WIB

***

Kawal Kasus Spanduk “Tuhan Membusuk”, MUI Jatim Lakukan Advokasi

Kamis, 25 September 2014 – 21:37 WIB

Sebelum ini, Sekretaris FPI Jawa Timur Muhammad Khomaruddin juga telah melaporkan kasus spanduk “Tuhan Membusuk” kepada pihak Polda Jawa Timur.

Hidayatullah.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur akan melakukan advokasi (pendampingan hukum) terhadap Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Jawa Timur, Muhammad Khomaruddin untuk terus mengawal proses pemeriksaan kasus spanduk  kontroversial bertuliskan “Tuhan Membusuk” pada acara  Orientasi Akademik dan Cinta Almamater (OSCAAR) 2014 Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

“Harus ada advokasi untuk pelapor dalam rangka mengawal terus pemeriksaan kasus penodaan dan penghinaan agama  hingga Polda Jawa Timur menetapkan terdakwa,” kata Sekretaris MUI Jatim Mohammad Yunus saat rapat koordinasi Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur di kantor MUI  di Kantor MUI Jawa Timur, Jalan Dharmahusada Selatan, No.5 Surabaya, Rabu (24/09/2014) siang.

Hari Selasa (23/09/2014) siang MUI Jatim  KH. Telah dipanggil Ditreskrimum Polda Jawa Timur,  untuk dimintai keterangan terkait kasus spanduk kontroversial di acara OSCAAR Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, tanggal 28-30 Agustus 2014.

Sebelum ini, Sekretaris FPI Jawa Timur Muhammad Khomaruddin juga telah melaporkan kasus  spanduk “Tuhan Membusuk” kepada pihak Polda Jawa Timur.

“Tidak ada alasan apapun untuk melepaskan tersangka serta menghentikan kasus itu, bahkan MUI dan GUIB Jawa Timur yang terdiri dari 62 Ormas Islam siap mengawal sampai kasus tuntas,” timpal Yunus.*/Achmad Fazeri

Rep: Administrator

Editor: Cholis Akbar/hdytllhcom

(nahimunkar.com)

(Dibaca 353 kali, 1 untuk hari ini)