Keharusan shalat gerhana bagi yang melihatnya, telah banyak dijelaskan di negeri ini, termasuk di situs ini. Kabar akan adanya gerhana matahari, dan 11 daerah (10 provinsi) mana saja yang akan dilalui gerhana 9 Maret 2016 pun telah beredar, di antaranya di situs ini pula.

Sayangnya, ada kabar yang konon ada petinggi yang takut dengan gerhana, dengan sangkaan berkaitan dengan jabatannya. Padahal menurut hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, gerhana itu tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang.

Adanya kepercayaan di sebagian masyarakat yang menyalahi hadits, maka perlu dijelaskan kesalahan mereka, agar tidak terjerumus kepada kesalahan yang bahkan bisa sampai ke kemusyrikan, dosa paling besar.

Dalam hadits diriwayatkan dari Al Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdo’alah pada Allah, lalu shalatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir).(HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904).

Oleh karena itu, betapa naifnya bila ada orang yang lebih percaya kepada keyakinan klenik daripada meyakini sabda Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam.  Bila berita berikut ini benar, maka amat disayangkan.

***

Gerhana Matahari Total, Jokowi Siapkan Ritual Khusus Biar tak Lengser

06/03/2016 in Politik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan ritual khusus saat terjadi Gerhana Matahari Total (GMT) karena peristiwa itu dianggap bisa mempengaruhi kekuasaan di Indonesia.

Demikian dikatakan paranormal Ki Gendeng Pamungkas kepada suaranasional, Jumat (4/3). “Jokowi sangat percaya mistis terkait Gerhana Matahari Total,” ungkap Ki Gendeng.

Sumber : suaranasional.com – 2016/03/06

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.411 kali, 1 untuk hari ini)