Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi menilai selama empat tahun memerintah, tidak ada satupun dari 15 paket kebijakan ekonomi Jokowi yang berpihak kepada rakyat kecil kecuali untuk menyenangkan pihak-pihak asing.

“Pak Jokowi memberikan kebebasan yang luar biasa kepada TKA (tenaga kerja asing). Pada 2015 dalam kurun waktu hanya tiga bulan, pemerintah telah menerbitkan dua Permenaker mengenai TKA. Yaitu memperlonggar TKA masuk ke Indonesia. Dengan cara menghapuskan kewajiban berbahasa Indonesia. Kemudian menghapuskan ratio antara jumlah TKA dengan tenaga kerja lokal. Jokowi menciptakan lapangan kerja bukan untuk orang Indonesia tapi untuk tenaga kerja asing,” ujar Rusdi pada 4 Februari 2018.

“Bagi kami sudah saatnya pak Jokowi sadar atas segala kekeliruannya, atas kebijakannya yang salah jalan. Karena kita tahu, sejak tahun 2014 dia berkuasa sampai dengan tahun 2017 sudah ada 15 paket kebijakan ekonomi. Yang seluruhnya itu hanya berpihak kepada investor. Tidak ada satupun paket kebijakan ekonomi Pak Jokowi yang memproteksi atau melindungi buruh dan rakyat. Tidak ada,” tegasnya.

“Ini juga bisa menjadi bukti bahwasannya Pak Jokowi, ia bukan presiden rakyat. Tapi ia adalah presiden yang berpihak kepada investor atau pengusaha-pengusaha,” kata Rusdi.

Pewarta/Editor: Romandhonnusantaranews.co

(nahimunkar.org)

(Dibaca 996 kali, 1 untuk hari ini)