Syi’ah memecah belah kalangan Haba-ib. Haba-ib yang anti Syi’ah, mengecam Syi’ah, maka akan mereka tuduh “Wahabi”.

Syiah Kafirkan

Ilustrasi hashtag di twitter

Kibul dalam bahasa Syi’ah disebut “Taqiyyah”. “Laa Dinna Illa Bit-Taqiyyah” (Tidak ada agama kecuali dengan Taqiyyah).

Saya memberi sedikit goresan sebagai catatan terhadap ceramah seorang pria bersorban yang beredar di youtube.

Pertama: Tidak ada yang mengatakan bahwa Haba-ib yang cerita riwayat Ali, Fathimah, Hasan dan Husein adalah Syi’ah. Tidak ada tuduhan itu. Terbukti, bukan hanya kalangan Haba-ib yang mengisahkan riwayat Ahlul Bait, tapi kalangan non Haba-ib pun banyak yang mengisahkan riwayat-riwayat para Ahlul Bait Nabi ‘Alaihim Salam. Karena memang kecintaan kepada Ahlul Bait (Keluarga Nabi) adalah sebuah kewajiban dan tanda keimanan. Dengan Syarat mencintai keluarga Nabi yang beriman kepada Nabi dan taat pada agamanya.

Adapun keluarga Nabi yang kafir seperti Abu Jahal, Abu Lahab, ya tidak termasuk, meskipun mereka adalah keluarga Nabi. Paman-paman Nabi.

Namun demikian, wajib pula memberikan kecintaan kepada Para Sahabat Nabi. Apalagi sahabat-sahabat Utama Nabi seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Mu’awiyah dan Abu Hurairah -Karramallaahu Wujuuhahum-, Mereka adalah Mertua dan Menantu Rasulullah. Termasuk Mu’awiyah adalah kakak Ipar Rasulullah, demikian pula Abu Hurairah adalah Murid terbaik Rasulullah yang banyak meriwayatkan Hadits-hadit beliau.

Maka, kecintaan kepada mereka adalah WAJIB dan tanda keimanan. Sebaliknya, kebencian atau kedengkian kepada mereka adalah tanda KEMUNAFIKAN dan KEKUFURAN.

Jadi, nggak ada yang mengatakan kalau ada seorang Habib cerita riwayat Ahlul Bait maka dia Habib Syi’ah, nggak ada !! Habib Syi’ah itu kalau dia menjelek-jelekkan Sahabat Nabi seperti Husein Alatas (Mufti Radio Rasil) yang pernah bermubahalah dengan Sahabat kami Ustadz Dr.Haidar Bawazier, atau menghina Istri-istri Nabi seperti Jalaluddin Rahmat, dll. Itu baru SYI’AH namanya, meski ia mengaku SUNNI !

Kalau Habibnya seperti Habib Ahmad Zein Al-Kaff, Habib Thahir Al-Kaff, Habib Ahmad Husein Al-Kaff, Habib Teungku Zulkarnain, itu mah Habib-habib Ahlus Sunnah … Mereka cinta kepada Ahlul Bait dan cinta pula kepada Para Sahabat Nabi. Beda dong !

Maka, tidak ada yang mengadu domba Haba-ib di Idonesia ini kecuali SYI’AH ! Syi’ah memecah belah kalangan Haba-ib. Haba-ib yang anti Syi’ah, mengecam Syi’ah, maka akan mereka tuduh “Wahabi”. Contoh Habib yang jadi korban fitnah Syi’ah adalah Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff dari Jawa Timur, Pendiri Yayasan Al-Bayyinat Surabaya Jatim. Mereka memfitnah Habib Ahmad Bin Zein Al-Kaff karena beliau begitu KERAS melawan Syi’ah di negeri ini.

Kedua: Imam Syafi’i memang benar membuat Sya’ir tentang Ahlul Bait Nabi, isinya adalah beliau sangat mencintai Ahlul Bait Nabi, saking cintanya beliau pada Ahlul Bait Nabi maka kalau ada orang yang mencintai Ahlul Bait Nabi lalu dituduh Syi’ah, maka beliau bersaksi bahwa beliau adalah Syi’ah. Sama seperti Syaikh Muhmmad Bin Jamil Zainu Rahimahullah membuat sya’ir dalam kitabnya Al-Firqatun-Naajiyah, beliau membuat Sya’ir yang isinya sangat mencintai Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Saking cintanya beliau dengan Rasulullah, maka beliau berkata “Andai mengikuti Muhammad itu dianggap Wahabi, maka saksikanlah aku adalah Wahabi”

Tapi ingat, Imam Syafi’i cinta Ahlul Bait Nabi namun beliau KERAS terhadap Syi’ah Rafidhah. Beliau mengingkari dan memerangi aqidah Syi’ah Rafidhah sampai ke akar-akarnya. Sehingga beliau menuangkan kecaman kerasnya terhadap sekte Syi’ah Rafidhah itu dalam sebuah ucapannya yang sangat terkenal “Aku tidak pernah melihat kelompok sesat yang paling pendusta kecuali Ar-Raafidhah”.

Lah kalau anda wahai seorang penceramah bersorban, HRS, anda cinta pada Ahlul Bait Nabi, tapi kok nggak keras terhadap Syi’ah ??

Kemana aja, Kok malah terkesan membela Syi’ah dengan taqsim (pembagian) Syi’ah yang ente buat !?

Kemana aja ente saat Ummat Islam NU dibantai oleh Syi’ah di Jawa Timur ? Katanya ente orang NU ? Kok Habib Muhdhor Al-Hamid Ulama NU Jatim mau dibunuh oleh orang Syi’ah ente adem-adem aje ? Jawab atuh.. !?

Ketiga: Kalau Husein Alatas itu mengajar manusia dengan membahas hadits shahih bukhari dan shahih muslim dengan tafsir Ahlus Sunnah, kok Si Husein Alatas mencela Sahabat Mulia Rasulullah, Abu Hurairah ??

Sudahkah anda mendengarkan pernyataan-pernyataan busuk Husein Alatas di Radio Rasil terhadap kehormatan sejumlah Sahabat Nabi ?? Sebaiknya dengarkan dulu. Bila anda ingin informasi lebih lengkap saya akan bantu ana menemui sahabat saya Al-Ustadz Dr.Haidar Bawazier yang sudah pernah berdiskusi langsung dan terlibat mubahalah dengan Husein Alatas.

Pertanyaannya, mengapa Husein Alatas mencaci maki Saudara ipar   baginda Nabi yang dijamin masuk surga, yakni Muawiyah Bin Abi Sufyan ?? Bahkan ia dengan berani nya mengatakan bahwa Mu’awiyah Bin Abi Sufyan Radhiyallahu’anhu BUKAN Sahabat Nabi !!!??? Astaghfirullah !!?? Kira-kira pernyataan seperti itu pernyataan orang Sunni atau orang Syi’ah ?

Sederhananya, kalau bukan Syi’ah kenapa mengkritik para Sahabat ?? Coba sebutkan satu saja Ulama Ahlus Sunnah yang berani menyudutkan atau mendiskreditkan Sahabat Nabi sekaliber Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu ? Siapa ? Coba sebutkan ?! Bahkan seorang Imam besar Tabi’in Abdullah Bin Mubaarak mengatakan,“Debu yang ada di hidung Mu’awiyah Bin Abi Sufyan itu LEBIH MULIA daripada Umar Bin Abdil Aziz”.

Celaan dan perendahan terhadap para Sahabat itu adalah CIRI UTAMA ORANG-ORANG SYI’AH atau MINIMAL ORANG-ORANG YANG MENYIMPAN PEMIKIRAN SYI’AH, atau dalam bahasa Ulama disebut Tasyayyu’.

Keempat: Kita tidak pernah mempermasalahkan FPI sebagai sebuah ormas besar, yang kita permasalahkan adalah HRS ini saja. Dia saja yang kita tanya aqidahnya. Dan saya sendiri mendapatkan fakta di lapangan terbukti tidak sedikit diantara mereka (anggota FPI) yang anti Syi’ah.

Mana buktinya ??

Masih ingatkah anda dengan Deklarasi Nasional Anti Syiah di bandung waktu lalu ?? Disana tampak banyak orang-orang FPI yang ikut dan berpartisipasi di dalamnya. Termasuk yang teriak-teriak “Allaahu Akbar” waktu Habib Ahmad Zein Al-Kaff ceramah, ya itu juga banyak orang FPI.

Ada lagi orang FPI yang datang untuk membela Ahlus Sunnah saat Masjid yang dihidupkan oleh pengajian Ustadz Ja’far Umar Thalib di bekasi di serang syiah.

Nah, fakta itu membuktikan bahwa banyak anggota FPI yang anti Syiah. Sehingga, yang kita permasalahkan sekarang BUKAN FPI-NYA, TAPI HRS. itu saja !!

Kelima: Kalau memang anda Wahai HRS, mengaku Sunni, mengapa anda berani-beraninya mengatakan bahwa Al-Imam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah itu adalah seorang Nashibi, ??

Kaum Muslimin tahu tidak apa itu arti “nashibi” ??

“Nashibi” atau bentuk jamaknya “An-Nawaashib”, itu sekte sesat pembenci Ahlul Bait Nabi.

Apalagi tulisannya di situs Habibrizieq.com yang temanya tentang “Ushul dan Furu”, di sana HRS mengatakan bahwa perbedaan USHUL MADZHAB antara Ahlus Sunnah dan Syiah Imamiyah (Rafidhah) dalam konteks hukum adalah perbedaan FURU’ (cabang), bukan ushul, maka itu tak boleh saling mengkafirkan.

Menurut Ustadz Abi Syakir, masalah ini mesti kita lihat dulu beda Ushul Madzhab-nya dalam hal apa? Kalau dikatakan Ushul Madzhab, pastilah ini menyangkut beda-beda fikih atau pemikiran, bukan beda AKIDAH. Seperti beda Madzhab Maliki, Hanafi, Syafi’i, Hanbali, Zhahiri, dan madzhab fikih Ahlus Sunnah lainnya (kalau masih eksis).

Tapi beda antara Ahlus Sunnah dan Syiah kan termasuk beda USHULUDDIN, bukan beda masalah furu’. Para ulama sepakat bahwa yang namanya Ahlus Sunnah atau Sunni itu adalah “maa ‘aada ar rafidhah” (pokoknya yang selain Rafidhah). Dari sini saja sudah jelas perbedaan itu dalam tema Ushuluddin, bukan Furu’uddin.

Tak mungkinlah, beda antara kaum yang “memuliakan isteri-isteri Nabi” akan bisa bertemu dengan kaum “yang menghina dan melaknat isteri-isteri Nabi”. Sampai Yaumul Akhir pun tak akan bertemu, wahai HRS.

Selaku Petinggi FPI, HRS ini sangat kencang dalam menyerang Ahmadiyah dan JIL. Itu sangat terkenal. Terkenal sekali. Malah seolah di mata HRS, “Ahmadiyah lebih nista dari Iblis”.

Kalau mau jujur, Syiah Rafidhah itu LEBIH PARAH dari Ahmadiyah dan JIL. Sejahat-jahatnya Ahmadiyah, mereka masih mengakui Al-Qur`an di tangan kita ini. Hanya penafsiran mereka yang sesat. Sejahat-jahatnya JIL, mereka tidak memalsukan Al-Qur`an dan Hadits Nabi. Ahmadiyah dan JIL juga tidak terlibat dalam perang membumi-hanguskan negeri-negeri Ahlus Sunnah.

Maka itu konsep “ushul madzhab” yang mau dipromokan HRS untuk membuat ruang toleransi antara Ahlus Sunnah dan Syiah Imamiyah itu bagaimana ceritanya? Dalam banyak kesempatan, Anda sangat galak sekali ke Ahmadiyah dan JIL wahai HRS. Bukan berarti kami mendukung Ahmadiyah dan JIL, tapi sebatas menanyakan KONSISTENSI anda saja.

Dan satu lagi pertanyaan: Kenapa ya HRS kok kelihatan geram sekali kepada Wahabi? Seolah dia tak suka kalau Wahabi berdamai dengan NU dan Muslim tradisionalis. ?!

Ada apa ? Atau jangan-jangan HRS secara halus dijadikan alat oleh kalangan Syi’ah untuk mengadu domba sesama Ahlus Sunnah di Nusantara !? Semoga saja tidak.

Allahu A’lam.

Abu Husein At-Thuwailibi.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.561 kali, 1 untuk hari ini)