syi'ah

PEMERINTAH Provinsi Jatim dan Pemerintah Kabupaten Sampang sepakat merelokasi kelompok Syiah ke Sidoarjo. Langkah itu diambil untuk memberikan tempat yang lebih layak dari GOR Sampang.

Kader muda NU Kholili Hasib menyatakan, Syiah Sampang terbukti melakukan tindak penodaan agama. Bagaimana mungkin orang yang ibadahnya menodai keyakinan orang lain (Sunni) bisa tenang hidup berdampingan.

Syiah harus menghilangkan ajaran penodaan, bukan Sunni yang dipaksa-paksa menerima dan mendengar ajaran penodaan. “Ini tidak logis,” paparnya kepada Islampos.com, Jum’at (21/6/2013).

Peneliti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya ini juga menegaskan konflik di Sampang dapat kembali meluas jika Syiah kembali ke Sampang.

Pasalnya kelompok Syiah tetap menolak kesepakatan dengan ulama untuk menghentikan ajrannya yang menyelisihi umat Islam di Sampang.

“Jika Sunni dipaksa menerima ajaran sesat, ini bisa terjadi tirani minoritas. Dampak konfliknya jauh lebih besar kelak,” tutupnya. (Pz/Islampos) By Pizaro on June 21, 2013

(nahimunkar.com)

(Dibaca 807 kali, 1 untuk hari ini)