Tidak Wajar, Spesifikasi Laptop Kemendikbud HDD 32 GB tapi Dibanderol Rp 10 Juta

  • Harga Laptop Rp10 Juta, Fadli Zon Ingatkan Kemendikbud Jangan Keterlaluan Cari Untung
  • Fadli Zon
    menyebut, harga laptop bisa ditekan menjadi Rp4 juta bila melihat spesifikasi yang dijabarkan.
  • “Saya tanya orang langganan beli komputer, taksirannya dengan spesifikasi itu paling harganya Rp4-5 juta, sekitar Rp4 juta. Kalau sebelum pandemi harganya Rp3 juta,” pungkasnya.
  • Hidayat Nur Wahid Tolak Pengadaan Laptop Rp17 Triliun Kemendikbud Ristek
  • Warganet Geger, Spesifikasi Laptop Kemendikbud HDD 32 GB tapi Dibanderol Rp 10 Juta
  • “HDD 32GB mah pasang flashdisk aja,” tulis komika Ardit Erwandha di akun Twitternya, Kamis (29/7).
  • “10 juta dapat HDD 32GB, HP android (seharga) Rp 1,8 juta aja (dapat) 64GB,” kritik akun Icang.

Silakan simak ini.

***

Harga Laptop Rp10 Juta, Fadli Zon Ingatkan Kemendikbud Jangan Keterlaluan Cari Untung

 

Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon mempertanyakan harga laptop untuk para pelajar yang akan disediakan oleh Kemendikbud Ristek.

Menurut Fadli, jika benar harga per unit laptop itu Rp10 juta, tentu itu sangat mahal.

“Laptop pelajar Rp10 juta itu kemahalan. Jangan keterlaluan cari untung di tengah kesulitan pandemi Covid ini,” kata Fadli dikutip dari Twitter @fadlizon pada Sabtu (31/7/2021).

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini juga mengaku sudah membaca Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2021 yang mencantumkan spesifikasi laptop yang akan dibeli. Dia menyebut, harga laptop bisa ditekan menjadi Rp4 juta bila melihat spesifikasi yang dijabarkan.

“Saya tanya orang langganan beli komputer, taksirannya dengan spesifikasi itu paling harganya Rp4-5 juta, sekitar Rp4 juta. Kalau sebelum pandemi harganya Rp3 juta,” pungkasnya.

Diketahui, Kemendikbud Ristek akan menyiapkan laptop untuk para pelajar guna mendukung program digitalisasi sekolah

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menjelaskan, akan mengirimkan 240 ribu unit laptop dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,4 triliun.

Namun ternyata, kabar itu justru menuai kontorversial hingga pro kontra dikalangan publik.

Karo Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri, menjelaskan bahwa kementerian tak pernah mematok harga di awal, apalagi dengan adanya harga Rp 10 juta untuk per laptop.

Samsuri mengatakan itu adalah paket teknologi informasi komunikasi (TIK). Harga yang diungkapkan bukan cuma laptop, tapi juga termasuk perangkat pendukungnya.

Kata dia, jika harga per unit laptop dengan spesifikasi minimum itu di bawah anggaran yang ditentukan maka akan mengikuti harga pasaran tersebut.

Nam, jika Pemda ingin membeli laptop dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari standar yang ditetapkan Kemendikbud Ristek, maka diperbolehkan asal harganya tak melampaui anggaran yang dialokasikan pemerintah.

Penulis: Tio

Kronologi, 31/07/2021

***

Hidayat Nur Wahid Tolak Pengadaan Laptop Rp17 Triliun Kemendikbud Ristek

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid, ikut menolak rencana program pengadaan laptop dengan anggaran Rp17 triliun yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) bertujuan untuk program digitalisasi sekolah.

“Dengan argumen2 itu, wajar @FPKSDPRRI menolak proyek pengadaan Laptop dari Kemendikbud Ristek, tulis Hidayat Nur Wahid.

Selain itu, masih menurut Hidayat Nur Wahid, masyarakat juga menolak anggaran unit per laptopnya karena tidak wajar.

“Publik juga menolak karena anggaran unt per laptopnya dinilai tidak wajar,” cuit akun @hnurwahid.

Di akhir cuitannya Wakil Ketua MPR RI ini mengharapkan agar kesejahteraan guru honorer didahulukan.

Hidayat Nur Wahid Tolak Pengadaan Laptop Rp17 Triliun Kemendikbud Ristek: Kesejahteraan Para Guru Didahulukan

“Dan di era pandemi ini, Guru2 Honorer juga mengkritisinya, agar kesejahteraan para Guru didahulukan, pungkasnya.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengadakan pengadaan peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan anggaran Rp 17 triliun yang bertujuan untuk program digitalisasi sekolah.

Ali Bakti

bagikanberita.pikiran-rakyat.com- 31 Juli 2021, 09:55 WIB

***

Warganet Geger, Spesifikasi Laptop Kemendikbud HDD 32 GB tapi Dibanderol Rp 10 Juta

  • “HDD 32GB mah pasang flashdisk aja,” tulis komika Ardit Erwandha di akun Twitternya, Kamis (29/7).
  • “10 juta dapat HDD 32GB, HP android (seharga) Rp 1,8 juta aja (dapat) 64GB,” kritik akun Icang.

 

Program pengadaan laptop untuk sekolah yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek belakangan disorot publik.

 

Bukan tanpa sebab, belakangan beredar spesifikasi laptop “Merah Putih” buatan Zyrex tersebut jomplang dengan harga yang dialokasikan Kemendikbudristek.

 

Dalam program laptop untuk pelajar, Kemendikbudristek mengalokasikan dana Rp 2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop bagi sekolah. Dari alokasi anggaran tersebut, publik pun menghitung tiap satu unit laptop dibanderol dengan harga kisaran Rp 10 juta.

Tak sampai di situ, publik kian dibuat geleng-geleng kepala karena alokasi anggaran tersebut dinilai terlalu besar bila merujuk spesifikasi minimum laptop yang tercantum dalam Peraturan Mendikbud RI 5/2021 yang ditandatangani oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

 

Dalam spesifikasi yang diungkap Kemendikbudristek, setidaknya laptop untuk sekolah harus minimal bertipe prosesor core: 2, monitor 11 inci, memori standar terpasang 4 GB DDR4, hard drive: 32 GB, sistem operasi Chrome OS, dan lain-lain.

 

Spesifikasi tersebut pun dianggap publik terlalu rendah jika dibandingkan harga per unit sebesar Rp 10 juta.

 

“HDD 32GB mah pasang flashdisk aja,” tulis komika Ardit Erwandha di akun Twitternya, Kamis (29/7).

 

“10 juta dapat HDD 32GB, HP android (seharga) Rp 1,8 juta aja (dapat) 64GB,” kritik akun Icang.

 

Atensi warganet terhadap program Menteri Nadiem Makarim ini pun sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter dengan topik HDD 32GB dan RAM 4GB, di mana hal itu merupakan spesifikasi minimum laptop yang disyaratkan Kemendikbudristek.

 

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comJumat, Juli 30, 2021 Politik, Trending Topic

 

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 120 kali, 1 untuk hari ini)