Nganjuk– Tiga Kitab Suci Alquran ditemukan berlumuran kotoran di Desa Mojokendil, Kecamatan Mojokendil, Kabupaten Nganjuk. Akibat adanya penodaan Al Qur’an itu warga Nganjuk Marah. Sabtu (21/9) seperti dilaporkan ANTARA Jatim.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu pertama diketahui oleh Saiful Anam (33), salah seorang petugas kebersihan Masjid Al Islah pada Rabu (4/9) lalu. Ia menemukan Alquran yang basah dan bau berada di bawah pohon di halaman masjid.

Kejadian kedua, terjadi saat secara tidak sengaja Samsuri (64), yang juga anggota takmir Masjid Al Islah kembali menemukan Alquran yang dimasukkan ke dalam tempat tidak pantas di masjid tersebut pada Jumat (6/9). Warga geram dengan ulah pelaku yang belum diketahui identitasnya itu. Warga kembali marah ketika pada Senin (16/9) sekitar pukul 03.00 WIB, masih di lokasi masjid setempat, kejadian serupa terulang kembali.

Warga setempat bernama Siin (54) menemukan Alquran berlumuran kotoran. Penemuan tersebut akhirnya dilaporkan pada KH Soleh, imam masjid di desa itu. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Ngronggot. Polisi mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga membawa tiga Kitab Suci tersebut sebagai barang bukti.

KH Soleh sendiri mengaku belum tahu motif pelaku pelecehan Kitab Suci Alquran ini. Ia berharap, polisi serius menangani kasus ini. “Tujuanya untuk apa kami belum tahu. Tapi kasus ini sudah kami laporkan ke polsek, agar diusut,” kata KH Soleh.

Kepolisian Resor Nganjuk Jawa Timur kemudian menahan pelaku dugaan pelecehan kitab suci Alquran yang sempat menggemparkan itu, di lokasi sekitar Masjid Al Islah, Nganjuk.

“Kami masih dalami kasus ini. Periksa saksi-saksi, untuk mengetahui persis insiden itu,” kata Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polres Nganjuk AKP Bambang Sutikno di Nganjuk,

Pelaku sudah ditahan polisi dan masih dalam pemeriksaan. Namun, untuk nama pelaku, sampai saat ini masih dirahasiakan. Hanya disebutkan, pelaku sebelumnya adalah jamaah yang juga aktif di masjid tersebut, dan merupakan warga setempat.

Polisi juga belum bisa memastikan apakah kondisi mental dan psikologis pelaku terganggu. Polisi akan memeriksakan pelaku ke tim medis, guna mengetahui dengan pasti kondisinya. Jika terjadi gangguan mental, akan dilakukan upaya penyembuhan, tapi jika sehat, akan dilakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.(Anwar/annajah) (An-najah.net) Publikasi: Selasa, 19 Zulqa’dah 1434 H / 24 September 2013 08:21

 ***

JIAD Jatim; Kecam Keras Penghinaan Al-Qur’an di Nganjuk

Publikasi: Selasa, 19 Zulqa’dah 1434 H / 24 September 2013 08:35

Q

Nganjuk (An-najah.net) – Tiga Kitab Suci Alquran ditemukan berlumuran kotoran di Desa Mojokendil, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. seperti dilaporkan ANTARA Jatim Sabtu (21/9).

Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur mengecam keras penghinaan Kitab Suci itu.

Presedium JIAD Jatim, Aan Anshori, mendesak agar polisi segera mengusut tuntas kasus ini.

“Kitab suci adalah simbol kesucian agama. Segala bentuk upaya pelecehan atasnya merupakan tindak pidana,” kata Aan, seperti dilaporkan Okezone, Sabtu (21/09).

Ia juga meminta peran serta tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyikapi kondisi ini dengan bijak. Biarkan polisi berkerja dan jangan terprovokasi.

“Saya yakin warga Nganjuk sudah cukup dewasa untuk tidak terprovokasi melakukan kekerasan dalam menyikapi hal ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Kitab Suci Alquran yang dipenuhi kotoran ditemukan tergeletak di lubang toilet Masjid Al Islah. Peristiwa itu sudah terjadi tiga kali. Pertama pada 4 September, kemudian 16 September, dan terakhir 19 September 2013.(Anwar/annajah)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 983 kali, 1 untuk hari ini)