Tiga pastor di Ohioa, Amerika Serikat (AS) diadili atas tuduhan melakukan perdagangan gadis di bawah umur untuk seks. Menurut dokumen pengadilan, ketiganya juga dituduh melakukan serangan seksual terhadap seorang remaja selama tiga tahun.

Jaksa di Ohio telah menyerahkan 11 tuntutan kepada tiga pastor karena memaksa gadis remaja untuk melakukan tindakan seks, memberi uang suap dan berbagi foto dan video gadis-gadis di bawah umur. Ketiga pria tersebut mengaku tidak bersalah saat tuduhan dibacakan pada hari Selasa, 14 November.

Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Ohio utara mengatakan bahwa Kenneth Butler, 37, Cordell Jenkins, 47, dan Anthony Haynes, 38, dituduh melakukan persekongkolan terhadap anak-anak di bawah umur untuk sex trafficking.

Salah satu tuduhan dalam dokumen pengadilan menyatakan bahwa beberapa pelecehan terjadi di Greater Life Christian Center di Toledo di mana Anthony Haynes menjadi pastor. Ketiga pastor itu dilaporkan mengoperasikan gereja mereka sendiri.

Menurut kantor Jaksa AS, Haynes dituduh merekam serangan seksual dengan telepon genggamnya. Haynes juga diduga memberikan uang suap kepada korban setelah serangan tersebut. “Dia memfasilitasi korban untuk dieksploitasi secara seksual oleh beberapa pria lain, termasuk Jenkins,” bunyi dokumen pengadilan, yang dilansir IB Times, Sabtu (18/11/2017).

src=”https://3.bp.blogspot.com/-i-05EXez-7Q/WhCSDldogeI/AAAAAAAAMyc/qnlbWQThiQoSblGSMGDcSzUk25pz-RgQwCLcBGAs/s640/Screenshot_11.jpg” width=”640″>

Jenkins dituduh menyerang gadis di sebuah motel, di rumahnya dan di sebuah kantor pelayanan. Dia juga mencatat kejadian tersebut di telepon genggamnya, termasuk catatan pemberian uang suap kepada korban.

“Butler telah menyebabkan seorang gadis remaja lain melakukan tindakan seks komersial dari tahun 2015 sampai 2017,” lanjut dokumen pengadilan.

”Ketiga orang ini melanggar kepercayaan dari anak-anak ini dan komunitas yang ditujukan untuk melayani mereka,” kata jaksa setempat, A. Justin J. Herdman. ”Kami bersyukur atas keberanian para korban dan dedikasi personel penegak hukum kami untuk membawa orang-orang ini di bawa ke pengadilan.”

Agen Khusus FBI, Stephen D. Anthony, berdasarkan data penyelidikan memperkuat tuduhan tersebut. “Orang dewasa yang memiliki kepercayaan untuk memanfaatkan anak-anak atas kepuasan seksual mereka sendiri tidak dapat dimungkiri,” kata Anthony.

“Terdakwa ini adalah pengingat yang benar bahwa perdagangan manusia dapat disembunyikan dengan jelas. Penegak hukum, dalam kemitraan dengan masyarakat kita, harus tetap waspada dalam melindungi anak-anak kita.”.(anya/sin)

Sumber: kabarsatu.news

(nahimunkar.org)

(Dibaca 665 kali, 1 untuk hari ini)