Dalam sidang pengesahan alat bukti gugatan Pilpres 2014, Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan catatan kepada masing-masing pihak.

Saat mengesahkan bukti milik pihak terkait atau Jokowi-JK, sempat terjadi adu argumen kecil antara ketua majelis hakim Hamdan Zoelva dengan tim hukum Jokowi-JK, yaitu tentang pengajuan alat bukti. Tim Jokowi-JK mengajukan 12 bukti.

“Ini lebih sederhana ya karena sedikit bukti, jadi tidak terlalu banyak catatan, hanya satu bukti yang kurang yaitu bukti pt.11,” kata Hamdan dalam sidang, Gedung MK, Jakarta, Senin (18/8/2014).

Menanggapi hal itu, tim Jokowi-JK Sirra Prayuna membantahnya. “Kami sudah ajukan sejak awal yang mulia, ini sudah ada tanda terimanya,” kata dia.

Sempat terlihat kaget, Hamdan menegaskan kembali perihal kelengkapan bukti tersebut. “Kalau sudah masuk, akan ada di kepaniteraan,” tegas Hamdan.

Namun tim Jokowi-JK menegaskan bukti yang mereka ajukan sudah lengkap sejak awal. “Saudara (pasti) baru memasukkan tadi pagi, kalau ada, akan ada (buktinya), jangan begitu (bohong) lah, panitera ini bekerja sudah di bawah sumpah ini,” tutup Hamdan.

(Inilah.com/Nahimunkar.com)

(Dibaca 385 kali, 1 untuk hari ini)