Inilah beritanya.

 

***

Tim Jokowi-JK Tertangkap Lakukan Serangan Fajar

INILAHCOM, Jakarta – Seorang pendukung Jokowi-JK, tertangkap tangan melakukan money politik dan serangan fajar kepada warga. Malam-malam, mereka membagikan Kartu Indonesia Sehat milik pasangan nomor urut 2 ini.

Penangkapan dilakukan oleh relawan Prabowo-Hatta, di Desa Karangjati, Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

“Pelaku bernama Kasmuri, Ketua RT di Krengkeng, Karangjati. Pelaku bersama dua orang temannya kedapatan membagi-bagikan Kartu Indonesia Sehat, dan rencananya akan membagikan sembako ke warga pada Selasa (8/7/2014) malam. Pelaku lantas digiring ke Bawaslu setempat untuk diproses secara hukum,” ujar Anggota tim sukses Prabowo Hatta, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Hasyim, Selasa (8/7/2014) malam.

Menanggapi penangkapan tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PKS Jateng, Hadi Santoso, mengatakan pihaknya sangat menyayangkan aksi money politic yang dilakukan malam sebelum pemungutan suara tersebut terjadi di sejumlah tempat di Jawa Tengah.

“Informasi dari relawan Prabowo-Hatta di lapangan, money politic tersebut terjadi di beberapa tempat, antara lain Boyolali, Sragen, Karangayar, Banyumas,” jelasnya.

Terkait dengan hal tersebut, Hadi mengimbau relawan Prabowo-Hatta untuk tetap waspada hingga penghitungan suara di TPS.

“Segenap kader dan relawan Prabowo-Hatta agar selalu mengamankan basis TPS. Selain itu kami minta penyelenggara pemilu, dalam hal ini adalah Bawaslu, agar proaktif merespon temuan ini. Pelanggaran ini harus ditindak agar tidak menjalar ke wilayah lain,” tegasnya.

Hadi, yang juga anggota DPRD Jateng ini, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergoda dengan berbagai janji.

“Bagi masyarakat Jawa Tengah saya himbau jangan gadaikan bangsa kita dengan selembar uang. Tertangkapnya pelaku money politic ini menunjukkan mereka yang menuduh kita berbuat curang ternyata mereka yang berbuat curang,” tandasnya. [gus]

***

Panwaslu Temukan Serangan Fajar Kubu Jokowi-JK di Banyuwangi

Kontributor: Hendra – 09/07/14 | 10:46 | 12 Ramadhan 1435 H

dakwatuna.com – Banyuwangi. Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menemukan serangan fajar berupa pembagian sarung dari kubu pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Anggota Panitia Pengawas Kabupaten Totok Hariyanto mengatakan, pembagian sarung itu dilakukan seorang pria berinisial ZK di Dusun Parirejo, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, pada Selasa, 8 Juli 2014 malam. “Kami dapatkan satu barang bukti berupa sarung,” kata Totok, Rabu (9/7/2014), sebagaimana dilansir Tempo.

Totok menjelaskan, pembagian sarung itu disertai ajakan untuk memilih pasangan calon nomor urut dua. Dari pengakuan pelaku, sarung yang dibawa awalnya berjumlah 12 buah. “Sebelas sarung sudah habis dibagi-bagikan, tinggal satu lalu ketahuan Panwas,” kata Totok.

Menurut Totok, Panwas masih belum rampung mendalami dugaan serangan fajar itu, termasuk mengungkap seberapa banyak sarung yang dibagikan. Menurut dia, Panwas masih menyelidiki indikasi mengarahkan pemilih tersebut.

Sedangkan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Banyuwangi Made Cahyanegara membantah pembagian sarung itu berasal dari kubunya. Menurutnya, tim pemenangan Jokowi-JK di Banyuwangi tak memiliki sarung sebagai atribut kampanye. “Itu pasti bukan dari pihak kami,” kilahnya. (tempo/dakwatuna/hdn)

Redaktur: Hendra


(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.131 kali, 1 untuk hari ini)