• Tim Petugas haji daerah (TPHD) akan dihapus, agar kuota haji 2012 efisien.
  • Usul: Sekalian tetek bengek  (aneka macam) tambahan yang dibuat-buat dan dikenakan untuk jama’ah haji seperti aneka pakaian seragam, pungutan macam-macam; perlu dihapus juga Pak Menteri.

Inilah beritanya.

***

Efisiensi Kuota Haji, Menag Akan Hapus TPHD

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pihaknya saat ini sedang berupaya melakukan efisiensi kuota haji 2012, salah satunya adalah menghapus tim petugas haji daerah (TPHD). 

“TPHD menggunakan porsi yang sama dengan jamaah haji, bukan porsi petugas tersendiri,” jelas Menag ketika ditanya wartawan, di Gedung Kemenag, Senin (28/5/2012).

Menurut Menag, porsi TPHD yang diefisienkan itu, akan dipergunakan untuk memberi prioritas kepada jamaah usia lanjut. 

“Saat ini, Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah sedang melakukan pengkajian mendalam, tentang batas jamaah usia lanjut pada usia berapa yang akan diprioritaskan,” ucap Menag.

Misalnya, kata Menag Suryadharma Ali, jamaah usia di atas 80 tahun dulu yang diprioritaskan berangkat. Karena jika jamaah usia tersebut menunggu 5 tahun sampai 8 tahun, ketidakpastiannya tinggi sekali.

Menag menambahkan, biasanya kita mendapat tambahan porsi haji dari Kerajaan Arab Saudi sebanyak 10 ribu, seperti tahun lalu. 

“Jika kita mendapat tambahan porsi haji tersebut, maka kita akan memprioritas sebanyak-banyaknya untuk memberangkatkan jamaah usia lanjut,” jelas Menag.

Kepada Kerajaan Arab Saudi, kata Menag, selain kita mengajukan tambahan kuota jamaah haji, kita juga meminta tambahan kuota bagi petugas haji. 

“Selama ini kuota bagi petugas haji berjumlah 3.250 orang. Saya meminta agar kuota petugas dipisahkan dari kuota jamaah haji,” tutup Suryadarma.*

Rep: Ainuddin Chalik

Red: Syaiful Irwan Senin, 28 Mei 2012 Hidayatullah.com

***

Usul untuk Pak Menteri

Sekalian tetek bengek  (aneka macam) tambahan yang dibuat-buat dan dikenakan untuk jama’ah haji seperti aneka pakaian seragam, pungutan macam-macam; perlu dihapus juga Pak Menteri. Para tamu Allah kok diperlakukan seperti itu. Kalau Menterinya tahu dan diam saja, sama dengan ikut mendhalimi para tamu Allah itu. Padahal dalam ayat telah jelas:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (٢)

“…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 250 kali, 1 untuk hari ini)