Tim Prabowo-Hatta memberikan tiga alternatif. Alternatif pertama adalah pasangan Prabowo-Hatta dinyatakan sebagai pemenang pemilu presiden dengan raihan 50,26 persen suara. Alternatif kedua yaitu mendiskualifikasi pasangan Jokowi-JK dan alternative ketiga menggelar pemilu ulang di sejumlah daerah yang terjadi praktik kecurangan.

Dalam Sidang MK Hari ini, Selasa (19/8/2014) Tim Prabowo-Hatta Rajasa akan menyampaikan kesimpulan dari rangkaian sidang sengketa Pilpres 2014 yang sudah digelar selama ini. Dalam kesimpulan tersebut, tim Prabowo-Hatta memberikan tiga alternatif kepada hakim Mahkamah Konstitusi.
Salah satu tim Prabowo-Hatta, Habiburokhman mengatakan, salah satu alternatif tersebut adalah mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai peserta pemilu presiden.
Menurut dia, keterangan saksi-saksi di sidang MK mempelihatkan bahwa telah terjadi kecurangan selama berlangsungnya pemilu presiden.
“Fakta yang muncul di persidangan ternyata memperkuat dalil kita bahkan saksi yang dihadirkan KPU di daerah juga mengakui bahwa mereka mengabaikan rekomendasi dari bawaslu. Bahkan saksi dari kpu juga menyatakan tidak ada pemungutan suara di sana. Karena itu, kami optimistis MK akan mengabulkan gugatan kami,” kata Habiburokhman Seperti dilansir dari Suara.com, Selasa (19/8/2014).
Habiburokhman mengatakan, tim Prabowo-Hatta sudah melakukan yang terbaik dengan menghadirkan saksi-saksi terkait dugaan kecurangan yang terjadi selama pemilu presiden.
Berdasarkan keterangan saksi tersebut, tim Prabowo-Hatta memberkan tiga alternatif. Alternatif pertama adalah pasangan Prabowo-Hatta dinyatakan sebagai pemenang pemilu presiden dengan raihan 50,26 persen suara. Alternatif kedua yaitu mendiskualifikasi pasangan Jokowi-JK dan alternative ketiga menggelar pemilu ulang di sejumlah daerah yang terjadi praktik kecurangan.
Habiburokhman menambahkan, Prabowo tidak memberikan instruski apa pun menjelang keputusan akhir MK pada Kamis (21/8/2014) nanti. Dia hanya meminta seluruh tim untuk menanti keputusan MK dan berharap hakim konstitusi membuat keputusan yang terbaik.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 22 Juli 2014 yang lalu, KPU telah menetapkan pasangan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2014-2019. Namun, kubu Prabowo-Hatta tidak menerima hasil keputusan tersebut dan melakukan gugatan ke MK karena mereka merasa menemukan sejumlah kecurangan selama pilpres.
Tim hukum Prabowo-Hatta meminta majelis hakim di MK untuk membatalkan dan tidak mengikat terhadap Keputusan KPU Nomor 535/KPTS/KPU/Tahun 2014 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014.
Tim hukum Prabowo juga memohon MK menyatakan perolehan suara yang benar adalah Prabowo-Hatta 67.139.153 dan Jokowi-JK 66.435.124 dan menetapkan Prabowo-Hatta sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.
(aktualpost.com/nahimunkar.com)

(Dibaca 764 kali, 1 untuk hari ini)