Orang mau berkorban mestinya ikuti syari’at Islam yang sudah sempurna. Tidak usah ke dukun, orang pintar, atau paranormal. Karena sudah jelas, dukun itu adalah wali (teman setia) syetan. Sedang syetan adalah musuh yang wajib dijauhi, bukan malah dimintai petunjuk.
Akibat mendatangi orang pintar atau paranormal sebelum berkurban, lalu disuruh oleh dukunnya meletakkan kain kuning di kepala sapi yang akan disembelih, maka terjadilah aneh-aneh. Keyakinan batil pun bermunculan.

Hukum mendatangi paranormal, dukun, atau orang pintar.

Telah dibahas oleh para ulama hukum mendatangi mereka:

Pertama: Mendatanginya untuk bertanya tentang sesuatu tanpa membenarkan apa yang dikatakan. Ini termasuk sesuatu yang haram dalam agama. Ancamannya, tidak akan diterima shalatnya 40 malam, sebagaimana dalam hadits:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal, lalu dia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya 40 malam.” (HR. Muslim no. 2230 dari istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Kedua: Mendatangi mereka untuk bertanya kepadanya dan dia membenarkannya, maka dia telah kufur terhadap apa yang telah dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

مَنْ أَتَى كَاهِنًا -قَالَ مُوسَى فِي حَدِيثِهِ: فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ؛ ثُمَّ اتَّفَقَا- أَوْ أَتَى امْرَأَةً -قَالَ مُسَدَّدٌ: امْرَأَتَهُ حَائِضًا- أَوْ أَتَى امْرَأَةً -قَالَ مُسَدَّدٌ: امْرَأَتَهُ فِي دُبُرِهَا- فَقَدْ بَرِئَ مِمَّا أَنْزَلَ اللهُ عَلَى مُحَمَّدٌ صلى الله عليه وسلم

“Barangsiapa mendatangi dukun -Musa (perawi hadits) berkata: lalu dia membenarkan petuah dukun tersebut; kemudian mereka berdua sepakat dalam periwayatannya- atau mendatangi istrinya -Musaddad berkata: istrinya dalam keadaan haid- atau dia mendatangi istrinya -Musaddad berkata: istrinya pada duburnya- maka sungguh dia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan oleh Allah kepada Muhammad.” (HR. Abu Dawud no. 9304 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anahu dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

Ketiga: Mendatangi mereka untuk mengujinya apakah dia benar atau dusta sekaligus untuk membongkar kedoknya, memperlihatkan kelemahannya. Tentunya dia memiliki ilmu untuk menilai benar atau dusta. Ini dibolehkan, bahkan terkadang hukumnya wajib, sebagaimana dalam riwayat Al-Imam Al-Bukhari (no. 1289) dan Muslim (no. 2930) bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Ibnu Shayyad: “Apa yang telah datang kepadamu?” “Telah datang kepadaku orang yang jujur dan pendusta.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Apa yang kamu lihat?” Dia berkata: “Aku melihat Arsy di atas air.” Beliau bertanya: “Sesungguhnya aku telah merahasiakan sesuatu apakah dia?” Dia berkata: “Dukh, dukh (asap).” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Diamlah. Engkau tidak memiliki kemampuan melainkan apa yang telah diberikan oleh Allah kepadamu. Sesungguhnya engkau tidak lebih dari dukun seperti teman-temanmu.” (Lihat Majmu’ Fatawa, 4/186 dan Al-Qaul Al-Mufid, 1/397)

Berikut ini berita tentang orang berkurban yang didahului dengan mendatangi dukun atau orang pintar, akibatnya timul keyakinan aneh dan batil.
***

Hati-hati musyrik, batu cincin berlafadz “Allah”ditemukan di otak sapi qurban

Adiba Hasan Selasa, 13 Zulhijjah 1435 H / 7 Oktober 2014 09:30

PATUMBAK (Arrahmah.com) – Selalu ada yang ramai dibicarakan di media sosial. Kali ini di dunia maya berseliweran gambar atau video terkait keunikan prosesi qurban Idul Adha 1435 Hijriyah. Bahkan penemuan batu berlafadz “Allah” pun dikhawatirkan mencetus kemusyrikan. Sebagaimana tersebarnya laporan Tribun Medan pada Facebook, ratusan warga yang tinggal di Jl. Adi Karya, Patumbak Dalam, mendadak heboh, Ahad (5/10/2014) siang. Di dalam posting berita tersebut, dikabarkan warga menemukan bantu cincin berlafadz “Allah” di dalam otak sapi yang disembelih.

Informasi yang diperoleh Tribun dari lapangan tersebut menyebutkan, sapi yang dipotong itu adalah milik Mariani (49). Ibu Mariani membeli sapi dari seorang peternak di kawasan Pasar VII Patumbak, Medan.

“Setelah saya beli sapi ini, awalnya sih enggak ada tanda apa-apa dek. Namun berselang beberapa hari kemudian, saya mimpi didatangi seorang pria bersorban,” ujar Mariani.

Dalam mimpinya itu, pria bersorban tersebut tak mengucapkan sepatah katapun. “Setelah mimpi, saya sempat bertanya-tanya. Lalu saya cerita ke orang pintar,” ungkap Mariani yang masih mempercayai paranormal.

Menurut Mariani yang polos, paranormal tersebut menganjurkan agar Mariani meletakkan kain kuning di kepala sapi yang dibelinya. “Pas mau dipotong tadi pagi ya enggak ada tanda apa-apa. Namun saya letakkan kain kuning di kepala sapinya,” yakin Mariani.

Barulah keanehan terjadi ketika sapi disembelih. Saat kepalanya dibelah, menyembullah batu cincin putih berlafaz Allah. “Batu cincin itu ada di otak sapinya dek. Sempat mental tadi ke tanah, disitulah ketahuannya,” papar ibu empat anak ini kepada Tribun.

Fenomena ini akhirnya berlangsung viral. Beragam komentar meramaikan jagad Facebook. Beberapa pengguna menyatakan bahwa ini merupakan keajaiban dan tanda keberuntungan. Sementara lainnya menganggap ini sebuah bukti bahwa boleh jadi sapi-sapi di Indonesia telah sembarangan diberi pakan, sehingga apapun bisa tertelan.

Namun, apapun itu, kita sebagai Ummat Islam dianjurkan untuk berhati-hati meyakini kemunculan batu tersebut. “Jangan sampai kasus pensakralan air ajaib Ponari terjadi kembali seperti beberapa waktu lalu,” pungkas komentar seorang Facebooker. Wallahua’lam bishowab. (adibahasan/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.553 kali, 1 untuk hari ini)