• Kalau perilaku PAN dan PKS adalah membolehkan (ikut merayakan perayaan agama kekafiran) yang tidak boleh menurut Islam, kelakuan politisi Islam di PPP justru melarang yang dibolehkan oleh Islam. Sebagaimana diberitakan, pada 4 Februari 2013 lalu, Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Suryadharma Ali, menerbitkan maklumat yang isinya antara lain melarang seluruh kader PPP mempraktikkan poligami.
  • Selain melarang poligami, maklumat itu juga melarang kader PPP melakukan korupsi, serta melarang kader PPP menggunakan narkoba. Jadi, bagi Suryadharma Ali, praktik poligami itu sama saja dengan praktik korupsi, dan mengkonsumsi narkoba. Astaghfirullah.
  • Bandingkan dengan tingkah Yahudi dan kafirin yang dikecam Al-Qur’an dan diancam siksa neraka yang dahsyat karena memain-mainkan agama.

POLITIK bagi sebagian orang dipersepsikan sebagai ranah yang penuh intrik, kecurangan, kemunkaran dan kotor. Ketika sekelompok orang membawa-bawa Islam ke ranah politik, tujuannya jelas, yaitu menjadikan ranah politik sebagai arena dakwah bil hal, sekaligus untuk ‘membersihkan’ ranah politik dari segala sesuatu yang dipersepsikan kotor dan munkar.

Untuk bisa seperti itu, tidak hanya dituntut memiliki kesiapan ilmu yang mumpuni, tetapi juga kesiapan mental yang teruji. Sebab, begitu memasuki gelanggang politik, sosok yang semula anti syi’ah, sekonyong-konyong bisa menjadi pembela syi’ah. Sosok yang semula giat berdakwah, menjadi giat mengumpulkan harta dan mengejar tahta. Bahkan, sosok politisi Islam yang sudah kadung banyak duit ini, ketika mempraktikkan poligami yang halal, dilakoni dengan fasakh, sehingga terkesan membenarkan yang tidak benar.

Lebih jauh, politisi Islam yang menjadi motor penggerak partainya, dalam rangka menarik simpatisan sebanyak-banyaknya, cenderung berjalan zig-zag, berani mengangkangi akidahnya sendiri sambil menghela semangat pluralisme agama versi kalangan liberalis.

Salah satu praktik pluralisme agama keliru yang dipertontonkan mereka, adalah ikut-ikutan merayakan hari besar keagamaan pemeluk agama pagan. Antara lain sebagaimana dilakoni politisi Partai Amanat Nasional (PAN) pada perayaan Imlek baru-baru ini.

Partai Amanat Nasional (PAN) memang bukan partai Islam. Sejak awal PAN yang konon basis massa utamanya adalah ormas Islam Muhammadiyah, seperti ‘takut’ menjadikan Islam sebagai dasar ideologi partai. Meski begitu, petinggi dan aktivisnya tetap saja beragama Islam. Sehingga, ketentuan dan larangan dalam Islam tetap saja berlaku bagi mereka sebagai mukallaf, meski partainya sekuler.

Sebagaimana diberitakan, Ketua PAN Hatta Rajasa yang beragama Islam dan petinggi PAN lainnya Zulkifli Hasan yang juga beragama Islam ini, pada saat Imlek kemarin, turut merayakannya di berbagai kota antara lain Lampung dan Palembang.

Di Bandar Lampung, Hatta Rajasa bahkan mengunjungi salah satu vihara terbesar di sana. Sebelumnya, Hatta Rajasa bahkan mengunjungi Klenteng Dewi Kwan Im Palembang, seraya memberikan ucapan Tahun Baru Imlek kepada warga Tionghoa di sana.

Sikap Hatta Rajasa ini ternyata mendapat dukungan dari kalangan praktisi bid’ah, antara lain dari Kiai Haji Masurur Ahmad, pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodir yang berada di Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Menurut dia, umat Islam boleh ikut merayakan Tahun Baru China (Imlek), asal tidak melenceng dari kaidah dan syariat Islam. “Imlek sendiri sudah menjadi perayaan tradisi dan budaya sama halnya dengan umat Islam saat merayakan Tahun Baru Hijriah, Isra’ Mi’raj, dan Maulid Nabi,” kata Masurur.

Hujjah sang Kiai tadi jelas ngawur. Membolehkan umat Islam ikut perayaan Imlek dan mensejajarkannya dengan perayaan Tahun Baru Hijriyah, Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi, jelas menyesatkan. Karena, ketiga perayaan yang disebutkannya tadi, adalah bid’ah dholalah, bukan merupakan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini sama dengan membenarkan sesuatu yang salah dengan landasan yang salah pula. Itu jelas bukan nasihat seorang ulama, tetapi tipu-daya syaithon.

Sikap munkar Kyai Haji Masurur Ahmad ternyata juga sejalan dengan sikap Kiai Haji Abdul Muhaimin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beriman DIY. Menurut dia, “…masyarakat Muslim tetap diperbolehkan mengikuti perayaan Imlek, tetapi juga harus menjaga keimanannya.”

Bahkan langkah Kiai Haji Abdul Muhaimin ini sedepa lebih maju dibandingkan dengan langkah Kyai Haji Masurur Ahmad. Faktanya, Kiai Haji Abdul Muhaimin yang juga pengasuh Pesantren Nurul Ummahat Kotagede, Yogyakarta ini, mempersilakan pengurus PITI (Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia) melaksanakan perayaan Imlek di pondoknya. Sikap ‘toleran’ (baca: ngawur) itu ditunjukkan sang Kiai setelah pihak masjid di Yogyakarta menolak permohonan mereka untuk merayakan Imlek di tempat ibadah umat Islam.

Bukan hanya PAN (Partai Amanat Nasional) yang mengucapkan dan merayakan Imlek, tetapi juga PKS (Partai Keadilan Sejahtera) yang konon berasaskan Islam. Sebagaimana diberitakan, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR Mahfudz Siddiq, mengucapkan: “Selamat merayakan Imlek, semoga kesatuan bangsa ini tetap terjaga.”

Kader PKS di Semarang bahkan tidak sekedar menyampaikan ucapan tetapi juga membagi-bagikan kue keranjang kepada sejumlah pelajar TK-SD Kuncup Melati Yayasan Khong Kauw Hwee. Menurut Agung Budi Margono, Ketua DPD PKS Kota Semarang, hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk penghormatan PKS terhadap tradisi Imlek yang dirayakan masyarakat Tionghoa, sekaligus dalam rangka menyerap aspirasi mereka.

Dalam hal kemajon, PAN sepertinya lebih bablas. Buktinya, pada pertengahan Januari lalu, PAN merayakan Natal bersama ribuan warga Papua di GOR Cenderawasih, Jayapura, Papua.

Perayaan Natal yang berlangsung sejak jam 17:30 WIT pada hari Minggu tanggal 13 Januari 2013 lalu itu, dihadiri oleh Taufik Kurniawan (Sekjen PAN) yang beragama Islam. Bahkan pada kesempatan itu Taufik berkesempatan memberikan sumbangan kepada Gereja Persekutuan Kristen Alkitab dan GKAI Paulus di sana.

Kalau perilaku PAN dan PKS adalah membolehkan yang tidak boleh, kelakuan politisi Islam di PPP justru melarang yang boleh. Sebagaimana diberitakan, pada 4 Februari 2013 lalu, Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Suryadharma Ali, menerbitkan maklumat yang isinya antara lain melarang seluruh kader PPP mempraktikkan poligami.

Salah satu alasannya, menurut Ahmad Yani (Wakil Ketua FPPP DPR RI), meski poligami diperbolehkan dalam ajaran Islam, namun dalam pelaksanaanya sering jauh dari terciptanya rasa keadilan bagi perempuan. “Poligami tidak bisa diterapkan untuk memenuhi rasa keadilan. Kader kami belum bisa terlihat adil mengenai hal itu. Namun bagi yang sudah poligami maka tidak akan dikasih kesempatan menjadi  caleg lagi. Jadi kami juga memperjuangkan perasaan perempuan Indonesia.”

Selain melarang poligami, maklumat itu juga melarang kader PPP melakukan korupsi, serta melarang kader PPP menggunakan narkoba. Jadi, bagi Suryadharma Ali, praktik poligami itu sama saja dengan praktik korupsi, dan mengkonsumsi narkoba. Astaghfirullah.

Kalau PPP menjadikan praktik poligami sebagai penghambat bagi kadernya untuk maju menjadi caleg, ada sesosok aktivis Islam yang memperlakukan poligami bagai aib. Sosok tersebut adalah Alfian Tanjung, yang pada musim pilkada DKI kemarin, menjadi pendukung utama Foke-Nara.

Ketua Taruna Muslim yang sudah tidak taruna lagi ini, pada Mei 2012 lalu, merespon sikap Menkopolhukam Djoko Suyanto yang dianggap membela Lady Gaga tampil di Indonesia. Akhirnya Lady Gaga tidak jadi tampil. Namun sebelum gagal tampil, sejumlah ormas Islam termasuk di dalamnya Alfian Tanjung, melakukan unjuk rasa di depan kantor Djoko. Jumlah pendemo konon mencapai ribuan orang.

Wartawan tentu saja ingin tahu reaksi Djoko. Ketika ditanya sejumlah wartawan, Djoko berkomentar singkat, “EGP (Emang Gue Pikirin). Demo kok dikomentari, kurang kerjaan saja.”

Respon Djoko membuat Habib Rizieq ‘merasa kasihan’. Sementara itu, Alfian Tanjung menebarkan ancaman akan melaporkan status Djoko yang beristri dua kepada Ani Yudhoyono. “Djoko ini kan beristri dua. Dia ini tidak takut kepada Allah Swt, makanya dia kita laporkan saja pada Ibu Ani Yudhoyono.”

Pernyataan itu sempat ditayangkan Suara Islam Online edisi Sabtu, 26 Mei 2012 | 16:04:51 WIB, namun kemudian di-nasakh setelah menuai kritik.

Menurut Alfian kala itu, sebagaimana pernah dikutip Suara Islam Online, “Selama ini menteri-menteri KIB selalu ditendang oleh SBY jika bermasalah rumah tangganya. Terutama jika terbukti beristri dua. Jika Ani dengar, tamatlah riwayat Djoko.”

Dari pernyataan Alfian itu kita bisa balik bertanya kepada dia: “… emangnye ente pikir Ani Yuhdoyono derajatnye lebih tinggi dari Allah?”

Berikut ini tampilan utuh pemberitaan Suara Islam Online dimaksud sebelum akhirnya di-nasakh oleh redaksinya sendiri. Perlu diketahui, Suara Islam Online yang saat ini eksis tidak ada kaitannya dengan ustadz Mashadi atau Aru Sef yang pernah mengeola MB Media Dakwah terbitan Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII). Tetapi, berkaitan dengan Muhammad Al Khaththath, mantan Sekjen HTI yang bersolo karier menjadi Sekjen FUI.

***

Djoko Suyanto Bilang EGP, Habib Rizieq Samakan Djoko Seperti Germo

Shodiq Ramadhan | Sabtu, 26 Mei 2012 | 16:04:51 WIB

fui-laga-2_865342734284Jakarta (SI ONLINE) – Menkopolhukam Djoko Suyanto ogah mengomentari aksi ribuan umat Islam di depan kantornya kemarin sore. Saat ditanya wartawan, Djoko berkomentar singkat, “EGP (Emang Gue Pikirin). Demo kok dikomentari, kurang kerjaan saja”.

Menanggapi ucapan Djoko ini, Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab mengatakan bahwa kalimat tersebut tidak pantas diucapkan seorang Menkopolhukam. Menurut Habib Rizieq dengan ucapan itu setidaknya menunjukkan lima hal. Pertama, Djoko tidak peduli terhadap aspirasi masyarakat. Kedua, sebagai pejabat tinggi negara Djoko angkuh dan arogan. Ketiga, Intelektualitas Djoko dalam mencari solusi persoalan bangsa sangat rendah. Keempat, Mental dan moral Djoko sangat rapuh, dan kelima, keimanan dan ketakwaan Djoko hampa.

“Apalagi ditambah statement soal Konser Lady Gaga ‘yang suka silakan nonton dan yang tidak suka jangan nonton’ sama seperti statemen germo di sarang pelacuran ‘yang suka silakan berzina dan yang tidak suka jangan berzina,” kata Habib Rizieq dalam pesan singkatnya kepada Suara Islam Online, Sabtu (26/5/2012).

Habib Rizieq merasa kasihan dengan pejabat seperti Djoko Suyanto. “Kasihan, tampaknya Menkopolhukam sedang frustasi dan depresi!!”, pungkasnya.

Sore kemarin ribuan umat Islam dari berbagai ormas Islam yang dihimpun Forum Umat Islam menggelar aksi penolakan Lady gaga. FUI juga memprotes ucapan Djoko Suyanto di media yang selama ini selalu membela Lady Gaga. Ketua Taruna Muslim, Alfian Tanjung, bahkan akan melaporkan status Djoko yang beristri dua kepada Ani Yudhoyono.

“Djoko ini kan beristri dua. Dia ini tidak takut kepada Allah Swt, makanya dia kita laporkan saja pada Ibu Ani Yudhoyono,” kata Alfian di depan Kantor Menkopolhukam. Selama ini menteri-menteri KIB, selalu ditendang oleh SBY jika bermasalah rumah tangganya. Terutama jika terbukti beristri dua. Jika Ani dengar, tamatlah riwayat Djoko.

***

BILA Alfian Tanjung terkesan menjadikan praktik poligami laksana aib, maka Said Agil Siradj (Ketua Lajnah Tanfidziyah PB Nahdlatul Ulama), menjadikan janggut atau jenggot sebagai sesuatu yang perlu diwaspadai.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (7/02/2013), Said Agil meminta warga nahdliyin untuk mewaspadai organisasi trans-internasional yang sangat berbahaya bagi NKRI. Salah satu ciri pengikut organisasi transinternasional ini menurut Said, yaitu memelihara janggut. Padahal memelihara janggut atau jenggot itu justru mentaati perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Begitulah faktanya, politisi Islam, kiai Islam, aktivis Islam, dengan seenaknya mempermainkan syariat Islam. Beban dakwah aktivis Islam yang istiqomah jadi sedemikian berat, karena musuh yang dihadapi bukan saja kafir harby, tetapi juga orang Islam yang tidak paham Islam. Termasuk, orang Islam yang cenderung menjadikan Islam sebagai komoditi semata untuk kepentingan politik dan syahwat duniawinya.

Coba mari kita renungkan dan bandingkan, tingkah mereka itu dengan tingkah orang-orang Yahudi dan kafirin yang dikecam dan diancam siksa yang sangat pedih dalam ayat-ayat ini :

{ وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (62) لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ} [المائدة: 62، 63]

62. Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.

63. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. (QS Al-Maaidah: 62-63)

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٤٢)

42. Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. (QS Al-Baqarah : 42).

{وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا عَمِلُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ (33) وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنْسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ (34) ذَلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ (35) فَلِلَّهِ الْحَمْدُ رَبِّ السَّمَاوَاتِ وَرَبِّ الْأَرْضِ رَبِّ الْعَالَمِينَ } [الجاثية: 33 – 36]

33. Dan nyatalah bagi mereka keburukan-keburukan dari apa yang mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh (azab) yang mereka selalu memperolok-olokkannya.

34. Dan dikatakan (kepada mereka): “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan Pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong”.

35. Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, Maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.

36. Maka bagi Allah-lah segala puji, Tuhan langit dan Tuhan bumi, Tuhan semesta alam. (QS Al-Jaatsiat : 33-36).

(haji/tede/nahimunkar.com)

(Dibaca 1.464 kali, 1 untuk hari ini)