Erick Thohir. (Ist)


JAKARTA, kini.co.id – Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Thohir resmi dilaporkan Bawaslu RI.

Berdasarkan siaran pers yang diterima KiniNews, Kamis (20/12/2018) laporan bernomor 29/LP/PP/RI/00.00/XII/2018 itu dilakukan oleh organisasi Garuda Nasional karena pernyataan Erick soal Sandiaga Uno.

“Pada hari Kamis, 13 Desember 2018, Erick Thohir di dalam kedudukannya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin telah membuat pernyataan di beberapa media massa ternama, yang pada pokoknya seolah-olah Cawapres Paslon Nomor Urut 02 Sandiaga Uno telah melakukan strategi playing victim ataupun bersandiwara, terkait dengan adanya poster-poster penolakan terhadap kehadirannya di pasar Kota Pinang, Labuan Batu, Sumatera Utara,” kata Koordinator Tim Pengacara Garda Nasional, Djamaluddin Koedoeboen lewat siaran persnya.

Akan tetapi, lanjut dia, pernyataan Erick Thohir tersebut telah dibantah secara tegas oleh Drijon Sihotang selaku pemasang poster penolakan terhadap Cawapres Paslon Nomor Urut 02 Sandiaga Uno pada keesokan harinya.

“Di hari Jumat, 14 Desember 2018, dalam acara “Apa Kabar Indonesia” di TV One, di mana Drijon Sihotang menyatakan bahwa dirinya memasang poster penolakan terhadap Sandiaga Uno adalah atas inisiatifnya sendiri, dan tidak disuruh ataupun diperintah oleh siapapun, karena dirinya memang pendukung Pak Jokowi,” katanya lagi.

Menurutnya, pernyataan Erick itu menimbulkan perdebatan, keresahan, maupun kerusuhan di antara pendukung masing-masing Capres Peserta Pemilu.

Apalagi saat ini masih dalam tahapan masa kampanye, sehingga terhadap hal-hal yang disampaikan oleh anggota Tim Kampanye yang untuk diketahui oleh umum atau masyarakat banyak, maka hal tersebut pada prinsipnya juga termasuk kampanye.

Ia mengatakan pernyataan Erick Thohir tersebut merupakan kampanye hitam (black campaign) terhadap lawan politiknya, dan PATUT DIDUGA telah melanggar Undang-Undang PEMILU, karena telah menghina Peserta Pemilu lainnya sebagaimana telah ditentukan didalam Pasal 280 ayat (1) huruf C dan huruf D Undang Undang No. 7 Tahun 2017 Jo. Pasal 521 tentang Pemilu,” katanya.

“Berdasarkan hal-hal tersebut, dan untuk mewujudkan Pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas tanpa hoax, politisasi SARA, dan politik uang sesuai dengan Deklarasi Damai Pemilu 2019, dengan ini Garuda Nasional (GARNAS) melaporkan Erick Thohir dalam kedudukannya sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin ke BAWASLU RI, agar dapat diperiksa dan diberikan sanksi hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, karena telah menghina peserta pemilu lainnya,” jelasnya.

Ia juga menginformasikan pada pukul 19.30 nanti, Erick Thohir juga akan dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana soal pernyataannya tentang Sandiaga Uno tersebut. Editor: Fatimah

Sumber: nasional.kini.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.469 kali, 1 untuk hari ini)