Eramuslim.com – Aneh bin konyol jika ada seorang presiden yang mau-maunya mengorbankan sistem pertahanan negaranya demi membangun dan membantu negara lain yang sama sekali tidak ikut berjuang memerdekakan negeri ini. Tapi sekarang itulah kenyataannya. Pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusumah sebagian lahannya mau dikorbankan untuk dijadikan stasiun kereta cepat Cina. Tentu saja, TNI-AU menolak mentanh-mentah.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), mengaku sangat keberatan jika lokasi Halim Perdanakusuma, Jakarta dijadikan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pasalnya, dilihat dari lokasi Halim itu sebagai pangkalan militer dan sebagai lokasi perumahan prajurit, sangat tidak mungkin dijadikan sebagai stasiun kereta cepat. Makanya Kepala Staf AU (KASAU) Marsekal TNI Agus Supriatna, melayangkan penolakannya.

“Memang (wilayah) Halim itu luas. Tapi kalau mau dijadikan stasiun kereta cepat, betul Pak Kasau juga menolak kalau fasilitas TNI AU yang di Halim dikorbankan,” papar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto saat dihubungi Aktual.com, Sabtu (13/2).

Sebagai informasi, trase jalur KA Cepat Jakarta-Bandung yang digarap PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) bersama konsorsium BUMN dan konsorsium perusahaan China memiliki panjang 142,3 km dengan empat stasiun yakni Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar, serta satu dipo di Tegalluar.

Meski begitu, kata dia, KSAU mempersilakan wilayah lain yang dimiliki TNI sebagai lokasi stasiun kereta cepat itu, yaitu daerah Cipinang Melayu.

“Pak KSAU mempersilahkan wilayah Cipinang Melayu. Itu aset milik TNI AU. Tapi kalau seperti rencana awal tetap di Halim, kami sangat menolak,” tegas Kadispenau.

Alasan utama penolakan ini, karena memang Halim itu sebagai wilayah pangkalan militer. Plus, di sana masih banyak perumahan prajurit. Jadi tidak mungkin disuruh pindah.

Ditanya ada kemungkinan pihak Badan Perencanan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan ikut ‘mendamaikan’ perselisihan antara KCIC dan TNI AU ini terkait lokasi Halim, ia dengan tegas tetap akan menolak penggunaan lokasi Halim sebagai stasiun.

“Tidak masalah (keterlibatan Bappenas). Tapi yang jelas, kalau proyek kereta cepat tetap akan dibangun stasiunnya di Halim, dengan tegas kami menolak,” tandasnya.(ts/aktual)

eramuslim.co, Redaksi – Minggu, 14 Februari 2016 06:00 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.518 kali, 1 untuk hari ini)