Markas Polres OKU_834562374823

Ini rombongan TNI saat serang Polres OKU. Markas Polres OKU. ©2013 Merdeka.com

  • Anggota TNI Pratu Heru tewas diterjang peluru oleh anggota polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres OKU, karena diduga melakukan pelanggaran lalu lintas 27 Januari lalu.
  • Atas penembakan itu, tentu saja, rekannya sesama anggota TNI dari Yonarmed 15, tidak terima dengan arogansi dan tindakan koboi oknum Polantas tersebut. Sebagai bentuk aksi balas dendam, diserbulah Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kamis (7/3 2013) pagi, dan dibakar hingga ludes.  
  •  “Ada kesenjangan sosial yang dalam antara sesama aparat. Kesenjangan itu dapat meledak sewaktu-waktu. Pencetusnya bisa macam-macam seperti yang terjadi di OKU itu. TNI disweeping di jalan kemudian marah dan dengan entengnya oknum Polri menembak mati prajurit Yon Armed 15,” kata TB Hasanuddin Anggota Komisi I DPR.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ ، إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ. وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ ، إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ. رواه ابن ماجه واللفظ له  والبزار والبيهقي ( صحيح لغيره )

Tidaklah mereka melanggar janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan kuasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan menguasainya. Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan kekerasan di antara mereka.” (HR Ibnu Majah No. Hadist : 4009, lafadh baginya, dan Al-Bazar, dan al-Baihaqi, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam shahih at-targhib wattarhib).

Inilah beritanya.

***

TNI Marah Besar, Gara-gara Polisi Main Dor, Polres OKU Sumsel Dibakar Sampai Ludes

PALEMBANG –  Polisi betul-betul arogan dan sok berkuasa, gara-gara pelanggaran lalu lintas, polisi main tembak. Yang ditembak bukan anggota masyarakat, tapi anggota TNI. Adalah Pratu Heru tewas diterjang peluru oleh anggota polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres OKU, karena diduga melakukan pelanggaran lalu lintas.

Atas penembakan itu, tentu saja, rekannya sesama anggota TNI dari Yonarmed 15, tidak terima dengan arogansi dan tindakan koboi oknum Polantas tersebut. Sebagai bentuk aksi balas dendam, diserbulah Markas Polres Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Kamis (7/3) pagi, dan dibakar hingga ludes.  Kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.30. Tentara yang mengamuk itu juga merusak mobil polisi, dua pos polisi, dan subsektor setempat. Sekitar 90 anggota TNI itu datang dengan sepeda motor dan truk.

Meski peristiwa penembakan tersebut terjadi sekitar sebulan lalu, namun ketegangan kembali mencuat karena adanya kabar akan ada aksi balas dendam.Warga Baturaja Gustin Moeslimi Singajuru (41) mengatakan, ketegangan itu terlihat dari semakin berkurangnya aktivitas kepolisian di Baturaja. Tak ada apel polisi sejak penembakan itu, pos-pos polisi terlihat sepi. Anggota polisi yang saya kenal juga lebih banyak mengenakan baju preman dan tak membawa kartu anggota.

Menengok ke belakang, pada 28 Januari lalu, seorang anggota TNI Yon Armed Martapura, Prajurit Satu Heru Oktavianus (23) tewas tertembak oleh anggota kepolisian lalu lintas Kepolisian Sektor Baturaja, Brigadir BW. Penembakan yang terjadi tengah malam itu dipicu oleh cekcok mulut. Menyusul kejadian itu, Brigadir BW telah ditangkap.

Insiden penyerangan Markas Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU), Baturaja, Sumatera Selatan, oleh puluhan anggota TNI menyebabkan empat orang terluka, salah satunya Kepala Polsek Martapura AKP Riduan yang saat ini masih kritis karena luka tusuk. Desastian/dbs, (voa-islam.com)  Jum’at, 08 Mar 2013

***

4 Polisi luka, 70 motor hangus, 6 mobil hancur, 18 tahanan kabur

Reporter : Ramadhian Fadillah

Jumat, 8 Maret 2013 08:24:00

 Markas Polres OKU_834562374824

Mapolres OKU . ©2013 Merdeka.com

Penyerangan Markas Polres Ogan Komering Ulu oleh anggota Yon Armed 76/15 Martapura, OKU Timur meninggalkan kerusakan parah di bangunan mapolres. Setidaknya tiga perempat gedung Mapolres hangus terbakar.

Menurut Kapolres OKU, AKBP Aziz Saputra yang kembali ke Mapolres sekitar pukul 15.30, Kamis (7/3) kemarin, selain gedung ada 70 kendaraan roda dua habis terbakar, 6 kendaraan roda empat rusak parah dan tiga di antaranya milik Polres OKU.

Lebih lanjut dikatakannya, sebanyak 18 tahanan Polres OKU kabur dan 10 yang lainnya berhasil diamankan kembali berkat bantuan dari TNI. “Sedangkan senjata milik Polres OKU turut diamankan berkat bantuan oleh TNI,” katanya.

Sementara itu, beberapa anggota Polres OKU mengalami luka berat dan beberapa anggota TNI yang sedang melakukan pengamanan bersama di mapolres mengalami luka memar. Korban dari anggota polisi yaitu Kompol Riduan (Kapolsek Martapura) mengalami luka tusuk kayu tombak yang menancap dan tembus ke bagian punggungnya, Iptu Marbawi (anggota Polres OKU) kena tusuk bagian paha kiri, Briptu Berlin Mandela (Anggota Polres OKU) mengalami luka tusuk di dada kiri, Aipda M Salahuddin (anggota Polres OKU) mengalami keracunan asap, Aiptu Hasibuan mengalami luka memar dan Eddy Maryono mengalami luka bakar.

Selain itu anggota TNI yang juga turut kena serang, Dansubpom OKU, CPM Martin Nuri, Koptu Rudi Kurniawan mengalami luka memar di bagian kepala bersama Praka Hendra.

Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) di serang dan dibakar oleh ratusan anggota beseragam loreng TNI AD dari Yon Armed 76/15 Martapura OKU Timur.

Penyerangan oleh ratusan oknum anggota Yon Armed 76/15, kemarin (7/3) sekitar pukul 08.00 wib, itu berlanjut dengan merusak Polsek Baturaja Timur dan Polsek Baturaja Barat serta menyerang dan membakar Mapolsek Martapura Kabupaten OKU Timur yang jaraknya sekitar lebih kurang 35 km dari pusat Kota Baturaja.

Dalam perjalanan mereka kembali ke daerah Martaputra, anggota Yon Armed ini juga menyerang Polsek Martapura dan membakarnya. Beberapa anggota Polsek diserang termasuk Kapolsek ditusuk kayu tajam hingga menembus bagian punggungnya.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menilai peristiwa di OKU sebagai fenomena gunung es. Bentrok ini memperlihatkan betapa rawannya hubungan antara TNI-Polri. Persoalan sepele saja bisa memancing kerusuhan yang mengerikan. Pimpinan TNI dan Polri harus benar-benar serius menangani masalah ini.

“Ada kesenjangan sosial yang dalam antara sesama aparat. Kesenjangan itu dapat meledak sewaktu-waktu. Pencetusnya bisa macam-macam seperti yang terjadi di OKU itu. TNI disweeping di jalan kemudian marah dan dengan entengnya oknum Polri menembak mati prajurit Yon Armed 15,” kata TB Hasanuddin.

[ian]mrdkcom

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.319 kali, 1 untuk hari ini)