Foto: kompas.com


Inilah beritanya.

***

Ngawur, Tokoh NU ini Sebut AntiIslam Liberal, AntiSyiah sebagai Radikal dan Berbahaya bagi NKRI

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dari Yogyakarta KH Abdul Muhaimin mengatakan, seseorang atau kelompok disebut radikal karena AntiIslam Liberal, AntiSyiah.

“Kelompok radikal ini ingin mengubah ideologi yang sudah menjadi kesepakatan bersama,” ungkap kiai yang suka ceramah di gereja ini, Selasa (22/3).

Pernyataan Kiai Abdul Muhaimin ini sangat bertentangan dengan Pesantren Sidogiri Pasuruan yang tegas menyatakan antiSyiah. Begitu pula dengan pernyataan pendiri NU Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari (yang tegas anti Syiah).

Pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki menilai, pernyataan Kiai Abdul Muhaimin itu sangat berbahaya bagi umat Islam.

(Karena kalau mengikuti pernyataan Abdul Muhaimin, maka) “Orang atau kelompok antiSyiah, antiIslam liberal bisa dianggap radikal dan mengarah teroris. Densus bisa menangkap,” ungkap Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki mengatakan, justru kelompok Islam Liberal yang berbahaya bagi NKRI. (Buktinya), “Pernyataan yang ingin melepaskan Papua itu (dilontarkan oleh) dedengkot JIL Ulil Abshar Abdalla, (dan bahkan) sila pertama Pancasila dianggap tak sesuai oleh aktivis JIL Luthfi Assyaukani,” ungkap Ibnu Masduki.*/suaranasional.com – 27/03/2016

***

Secara logika, pemojokan terhadap pihak-pihak yang anti syiah dan antiIslamLiberal itu arahnya hanyalah menyuarakan anti Islam demi syiah dan liberal. Karena tidak ada yang anti Syiah dan antiIslamLiberal kecuali orang-orang yang teguh memegangi Islam.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 9.824 kali, 1 untuk hari ini)