Jokowi-Ahok (IST)


Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok) telah menikam Presiden Jokowi dari belakang. Jokowi menjadi gubernur Jakarta karena kesederhanaan, kedekatan dan pembelaan Jokowi kepada rakyat kecil. Tapi sekarang keadaan berbalik 180 derajat. Ahok yang meneruskan jabatan Jokowi sebagai gubernur Jakarta setelah Jokowi dilantik menjadi presiden, justru bersikap sebaliknya.

“Bahkan kontrak politik yang ditandatangani Jokowi dengan warga Jakarta, tak ada artinya di mata Ahok,” kata Tokoh Masyarakat Tionghoa Jakarta, Lieus Sungkharisma, kepada suaranasional, Jumat (15/4).

Kata Liues, Ahok yang menggantikan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta tak menganggap penting kontrak politik Jokowi itu. “Ini sama artinya Ahok sengaja menjatuhkan kredibilitas Jokowi. Ia secara terang-terangan menikam Jokowi dari belakang,” ujar Lius.

Lieus mengatakan, atas semua tindakan arogan Ahok itu, bukan saja tak menghormati kontrak politik yang dibuat Jokowi, tapi dia benar-benar telah merusak kredibilitas dan kedekatan pak Jokowi dengan rakyat.

“Ahok ternyata lebih tunduk pada kehendak para konglomerat ketimbang pada pak Jokowi,” katanya.

Kini, kata Lieus, warga Jakarta benar-benar sudah merasa muak dan marah dengan prilaku Ahok. Karena itu ia meminta agar Presiden Jokowi yang telah menjadikan Ahok sebagai gubernur Jakarta, harus bertanggungjawab dan turun tangan langsung terhadap persoalan yang kini terjadi di Jakarta.

Sumber: suaranasional.com/16/04/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.879 kali, 1 untuk hari ini)