Ormas Islam di Semarang membagikan ratusan selebaran dan VCD yang berisi kesesatan aliran Syiah, di halaman masjid Baiturahman Simpang Lima Semarang Jumat (31/10/2014).

SEMARANG– Sejumlah Ormas Islam di Semarang membagikan ratusan selebaran dan VCD yang berisi kesesatan aliran Syiah, Jumat (31/10/2014). Acara berlangsung usai shalat Jumat di halaman masjid Baiturahman Simpang Lima Semarang ini mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari umat Islam di Semarang. Hanya dalam tempo beberapa menit, ratusan selebaran dan VCD telah habis di bagikan.
Ketua Rumah Tahfiz Umar Bin Khatab yang turut dalam acara itu menuturkan bahwasanya Fatwa MUI akan kesesatan Syiah sudah jelas, maka kita wajib menolak syiah.
“Majelis Ulama Indonesia juga sudah mengeluarkan fatwa mengenai sesatnya ajaran syiah. Jadi, sudah jelas bahwa syiah itu bukan dari Islam. kita umat Islam Semarang wajib menolak segala bentuk kegiatan Syiah yang ada di Semarang, ” tegasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, acara syiah Asyura Jawa Tengah akan dipusatkan di PRPP kawasan Puri Anjasmara Semarang Barat. Sejumlah pengikut kaum pelaknat isteri dan sahabat Nabi ini dipastikan akan hadir dalam acara tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, lapor Abu Omar, Ormas Islam di Semarang tidak akan tinggal diam begitu saja. Berbagai upaya dilakukan guna menolak terselenggaranya acara tersebut. Karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwasanya syiah itu sesat dan sangat berbahaya terhadap aqidah umat Islam.
Ormas Islam Semarang seperti Jamaah Ansharusy Syariah, LUISS, PIS, Brigade Anti Syiah, Pemuda Rumah Qurani, Indonesia Tanpa JIL, Rumah Tahfiz Umar Bin Khatab, dan banyak lagi membentuk wadah perjuangan bersama yang diberi nama GIBAS yakni Gerakan Islam Bela Ahlul Bayt dan Shohabat.
Selain membagikan ratusan selebaran dan VCD yang berisi kesesatan aliran Syiah, upaya ditempuh oleh aktivis Islam GIBAS di antaranya audiensi dengan pihak kepolisian, Kemenang dan MUI. (azm/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Jum’at, 9 Muharram 1436 H / 31 Oktober 2014 19:25
(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.439 kali, 1 untuk hari ini)