Fatwa resmi MUI dan para ulama yang mengharamkan Umat Islam ikut perayaan natal, rupanya tidak digubris oleh sebagian orang yang tak peduli terhadap agamanya. Bahkan sebagian mereka lebih mengikuti kaum munafik dan fasik serta kafirin yang mencontohi dan memuji tingkah melanggar Islam dengan bergabung di acara-acara kekafiran yang dimurkai Allah Ta’ala.

Media yang pro kekafiran pun memberitakannya dengan semangat.

Perusakan Islam dengan cara-cara seperti ini perlu diantisipasi benar-benar, agar negeri ini tidak menjadikan Umat Islam sebagai lahan empuk kristenisasi, pemurtadan, peliberalan, dan perusakan aqidah yang semakin parah. 
Berita buruk di antaranya dapat dibaca.

***

Di Gereja Ini Penabuh Gamelan Misa Natal Justru Umat Muslim

muslim berpeci

Ketiganya (muslim berpeci) memiliki peran fital karena menabuh gamelan jenis, kempol, kenong dan gong (dalam misa natal di gereja) . Foto Zakaria

Lamongan – Terjadi pada misa natal di Desa Balun, Kecamatan Turi Lamongan. Pada misa Natal di Gereja Jawi Wetan Desa Balun Kecamatan Turi Lamongan, tiga orang umat muslim membantu perayaan Natal yang berperan sebagai penabuh gamelan.

Pada misa Natal di Gereja Jawi Wetan dibutuhkan lebih dari sepuluh penabuh gamelan. Mereka berperan untuk mengiringi gending-gending selama acara misa berlangsung. Dari para penabuh gamelan itu, tiga diantara penabuh gamelan beragama Islam.

Ketiganya memiliki peran fital karena menabuh gamelan jenis, kempol,  kenong dan gong . /pojokpitu.com

Oleh : Zulkifli Zakaria/Jum’at, 25-12-2015

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.854 kali, 1 untuk hari ini)