gkjw

Sahur untuk puasa Ramadhan adalah satu bentuk ibadah dalam Islam. Namun ada saja orang yang tega-teganya mencampur aduk ibadah itu dengan melibatkan orang kafir, dan dilaksanakan di halaman gereja lagi. Padahal sudah ada aturan tegas dalam Islam mengenai bagaimana memberlakukan ibadah berkaitan dengan orang kafir:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (٦)

“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS Al-Kafirun: 6)

Dengan melaksanakan ibadah bersama orang kafir dan di tempat ibadah non Muslim itu justru menunjukkan kecintaannya kepada orang kafir. Hal itu telah disindir dengan keras dalam ayat-ayat Al-Qur’an di antaranya:

لاَ تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآْخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَِ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا ءَابَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. “ (Al-Mujadilah : 22).

] تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ !وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ[

80. kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya Amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.

81. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.  (al-maidah: 80-81)

Inilah berita dan sorotannya

***

Istri Gus Dur Sahur Bareng Umat Kristiani di Gereja Kristen Jawi Wetan

Kamis, 1 Agustus 2013 15:25 WITA

Hj Sinta Nuriyah, isteri almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)), menggelar sahur bersama Kamis (1/8/2013) dinihari.

Acara digelar halaman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno Jombang, sehingga yang ikut sahur bersama tak hanya ratusan warga fakir miskin, dan yatim piatu, melainkan juga jema’at GKJW, yang notabene nonmuslim, menurut berita tribunnewscom.

***

Gelar Sahur di Gereja, Istri Gus Dur Melakukan Toleransi yang Kebablasan

Jombang – Istri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah menggelar sahur bersama di halaman Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno Jombang, Kamis (1/8/2013) dini hari. Ratusan warga dari kelompok fakir miskin, yatim piatu serta jemaat GKJW hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan sahur bareng di gereja merupakan bentuk upaya peningkatan kerukunan antar umat beragama. Hubungan kemanusiaan antar umat beragama harus selalu digelorakan untuk menciptakan kedamaian dunia.

Menanggapi kejadian tersebut, mantan pendeta Ustadz Bernard Abdul Jabbar mengatakan acara istri Gus Dur tersebut merupakan toleransi yang kebablasan.

“Melaksanakan sahur bersama di gereja merupakan toleransi yang kebablasan. Umat harus rukun tetapi agama tidak bisa disamakan, masing-masing punya prinsip akidah berbeda yang tidak bisa dicampur adukkan,” ujar Ustadz Bernard kepada Suara Islam Online, Rabu (7/8/2013).

“Tidak boleh umat Islam masuk ke gereja, itu hukumnya jelas haram,” tegasnya.

Ustadz Bernard yang juga mantan misionaris ini mengatakan agar berhati-hati terhadap berbagai kegiatan yang melibatkan gereja karena bisa terjadi upaya pemurtadan.

red: adhila/ si online, Rabu, 07/08/2013 20:31:30 | syaiful falah

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.027 kali, 1 untuk hari ini)