.

 

  • Tempat kejadian perkara dimana Adam Amrullah mengupload video yang dijadikan bukti pencemaran nama baik Senkom berada di Tangerang, Banten. Sementara kasusnya sendiri diproses di Bekasi Jawa Barat.
  • Menurut Achmad Michdan, dakwaan terhadap Adam ini justru menimbulkan pertanyaan besar.
  • “Pertanyaan besarnya, ada apa dengan Bekasi terkait kasus ini?, dan juga perlu ditelusuri, apakah ada oknum Senkom yang juga anggota LDII yang berperan, sehingga LDII tidak perlu turun tangan dan membiarkan Senkom mengurus kasus ini,” ujarnya.
  • Adam Amrullah mengaku, persidangan ini baginya kesempatan untuk membongkar kepada publik akan keterkaitan Senkom, LDII, dan Islam Jamaah. Adam pun membeberkan sejumlah barang bukti yang akan disampaikan di pengadilan.
  • “(Bukti) audio dan transkripnya, video dan transkripnya, dokumen, email, (terkait. Red) bahwa Islam Jamaah (aliran yang sudah dilarang oleh Jaksa Agung 1971 dan difatwa sesat oleh MUI) masih ada, dan punya beberapa alat perjuangan,” bebernya.
  • Alat perjuangan Islam Jamaah yang dimaksud Adam adalah LDII, Senkom, CAI, Persinas ASAD, Majalah Nuansa, Usaha Bersama “UB”.
  • “Senkom ini berusaha keras untuk tidak ketahuan bahwa dia adalah Islam Jamaah. Tapi kita yang dari lahir (di LDII), mau kurang apa gitu?!” ujarnya mewanti-wanti.

Inilah beritanya.

***

TPM: Kasus Adam Amrullah Janggal

Senin 15 Jamadilawal 1435 / 17 Maret 2014 14:45

ACHMAD Michdan dari Tim Pengacara Muslim (TPM) yang bertindak selaku penasehat hukum Adam Amrullah dalam kasus pencemaran nama baik Senkom Mitra Polri, menganggap bahwa kasus ini janggal.

Tempat kejadian perkara dimana Adam Amrullah mengupload video yang dijadikan bukti pencemaran nama baik Senkom berada di Tangerang, Banten. Sementara kasusnya sendiri diproses di Bekasi Jawa Barat.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum menyebutkan bahwa pelapor dan saksi berasal dari Bekasi sehingga dengan alasan kemudahan akses, pengusutan sampai persidangan dijalankan di Bekasi.

“Locus delicti dari kasus ini adalah Provinsi Banten, alasan demi kemudahan proses hukum justru dipertanyakan, karena kasus ini adalah kasus ITE yang semua orang dari berbagai penjuru bisa mengakses, mengapa tidak mengajukan saksi atau anggota Senkom yang merasa dirusak nama baiknya  dari daerah Tangerang?” ujar Achmad Michdan kepada Islampos paska persidangan pertama Adam Amrullah di Pengadilan Negeri Bekasi (17/03/2014).

Menurut Achmad Michdan, dakwaan terhadap Adam ini justru menimbulkan pertanyaan besar.

“Pertanyaan besarnya, ada apa dengan Bekasi terkait kasus ini?, dan juga perlu ditelusuri,. apakah ada oknum Senkom yang juga anggota LDII yang berperan, sehingga LDII tidak perlu turun tangan dan membiarkan Senkom mengurus kasus ini,” ujarnya.[eza/islampos]

***

Disidang Perdana, Adam Amrullah Optimis Bebas dari Tuntutan Senkom

Senin, 17 Maret 2014 – 14:00 WIB

Adam mengaku dirinya telah siap lahir batin. Dia pun berharap dukungan dari umat Islam sekalian

Hidayatullah.com- -Mantan aktivis Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Adam Amrullah akan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/03/2014) pagi. Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) ini optimis akan bebas dari tuntutan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri.

“Saya berusaha mengoptimalkan usaha saya (berdoa, serta mengumpulkan bukti dan saksi), setelah itu saya kuatkan tawakkal pada Allah,” ujar Adam saat dihubungi hidayatullah.com via BlackBerry Messenger (BBM), Senin pagi.

Adam mengaku dirinya telah siap lahir batin. Dia pun berharap dukungan dari umat Islam sekalian.

“Dzikir, doa, minta doa ibu dan umat Islam, pelajari lagi bukti-bukti,” ungkapnya saat ditanya persiapannya.

“Sebelumnya saya bersihin dan luruskan niat saya, dalam rangka Amar Ma’ruf Nahi Munkar,karena saya mencintai Allah, Rasulullah, Islam, Umat Islam karena Allah,” lanjutnya.

Ia mengaku, persidangan ini baginya kesempatan untuk membongkar kepada publik akan keterkaitan Senkom, LDII, dan Islam Jamaah. Adam pun membeberkan sejumlah barang bakti yang akan disampaikan di pengadilan.

“(Bukti) audio dan transkripnya, video dan transkripnya, dokumen, email, (terkait. Red) bahwa Islam Jamaah (aliran yang sudah dilarang oleh Jaksa Agung dan difatwa sesat oleh MUI) masih ada, dan punya beberapa alat perjuangan,” bebernya.

Alat perjuangan Islam Jamaah yang dimaksud Adam adalah LDII, Senkom, CAI, Persinas ASAD, Majalah Nuansa, Usaha Bersama “UB”.

Persidangan Amrullah akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Adam dituntut Senkom atas tuduhan pencemaran nama baik, penghinaan, dan tindakan tidak menyenangkan.

Kasus ini berawal dari  video yang diupload Adam ke situs berbagi youtube.com. Dalam video itu Adam menyebut Senkom sebagai topeng Islam Jamaah.*

Rep: Muh. Abdus Syakur

Editor: Cholis Akbar

***

Adam Amrullah: LDII-Islam Jamaah-Senkom Takut Terbongkar

Selasa, 11 Februari 2014 – 10:04 WIB

Sebenarnya orang-orang di Kejagung sudah ingin membubarkan LDII, cuma ada yang menahannya

Hidayatullah.com- Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) Adam Amrullah meyakini, laporan pihaknya kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) akan membuat LDII khawatir. Sebab LDII diyakini masih terkait dengan Islam Jamaah dan Senkom.

“Mereka kalau dibilang takut ya takut. Takut kebongkar semua (kedoknya),” ujar Adam kepada hidayatullah.comdan para wartawan lain usai menyerahkan berkas laporan di Gedung Bundar Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, (10/02/2014) kemarin.

Adam mengatakan, saat ini kedok LDII-Islam Jamaah-Senkom sedikit lagi akan terbongkar. Asalkan, katanya, unsur-unsur umat Islam di berbagai institusi keagamaan dan pemerintah bisa satu suara dan aksi.

Dia mengungkap bahwa sebenarnya orang-orang di Kejagung sudah ingin membubarkan LDII.

“Cuma ada yang nahan,” ujarnya, seraya merahasiakan siapa orang yang menahan tersebut.

Adam juga menyinggung posisi Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri yang disebutnya terkait LDII. Saat ini Senkom berusaha agar keterkaitan itu tidak terbongkar ke publik.

Meski publik belum tahu secara umum, Adam menegaskan jika para mantan LDII sudah tahu banyak soal itu.

“Senkom ini berusaha keras untuk tidak ketahuan bahwa dia adalah Islam Jamaah. Tapi kita yang dari lahir (di LDII), mau kurang apa gitu?!” ujarnya mewanti-wanti.

Didukung Parpol?

Saat ditanya para wartawan apakah saat ini masih ada partai politik yang membina LDII, Adam mengaku sudah tak tahu persis. Sebab, beberapa parpol yang selama ini disebut-sebut sebagai pembina LDII mulai menjauhi ormas tersebut.

“Saya juga bingung. Sudah mulai lemah, nggak ada partai yang benar-benar melindungi (LDII). Beberapa petingginya udah bubar,” ungkap eks aktivis LDII ini.

Bagi Adam, pelaporan ke Kejagung sebagai usaha FRIH menyadarkan dan menyatukan umat untuk membongkar kedok LDII saat ini. Dia optimis dan akan terus istiqomah memperjuangkannya.

“Perjuangan kita udah sampai ke penguasa (pemerintah. Red). Ke Allah juga udah, tiap hari,” akunya.

Diberitakan sebelumnya oleh hidayatullah.com, Adam Amrullah ditemani Humas FRIH Imam Nasai menyerahkan 3 rangkap berkas yang ditujukan kepada Jaksa Agung RI, serta tembusan kepada Jaksa Agung Muda (JAM) Intel dan Direktur II JAM Intel. Surat itu bernomor 01/FRIH/II/14 tertanggal 08 Februari 2014, ditandatangani 5 orang mantan pengurus LDII-Islam Jamaah.*

Rep: Muh. Abdus Syakur

Editor: Cholis Akbar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 981 kali, 1 untuk hari ini)