Adam-Amrullah-sekjen-frih1Ilustarsi : Arrahmah.com

Bekasi (SI Online) – Mantan anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Adam Amrullah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Langkah Adam menantang mubahalah LDII lewat saluran Youtube dinilai aparat keamanan telah melanggar UU ITE pasal 27 ayat 3. Karena itu, Jum’at pagi (17/9/2013), Adam menjalani pemeriksaan di Polsek Bekasi Selatan.

Farhan, pengacara Adam dari Tim Pengacara Muslim (TPM) mengatakan bahwa kasus Adam terlihat sangat dipaksakan. Sebab, locus delicti  (tempat terjadinya suatu tindak pidana atau lokasi tempat kejadian perkara) berada di Tangerang, tidak Adam justru diperiksa Polsek Bekasi.

“Lagipula statement yang dikeluarkan Adam sifatnya materil, karena ia mantan LDII,” ujarnya.

Adam menilai ada dua poin penting dalam kasus kriminalisasi yang menimpanya. Pertama, LDII berusaha menghapus jejak keterkaitannya dengan menjadikan Senkom sebagai pelapor. Kedua kasusnya akan memberi tekanan kepada mantan-mantan LDII agar bungkam untuk membongkar kesesatan LDII.

Terkai Locus delicti, Polsek Bekasi Selatan hanya menjawab singkat, “Kami sudah menjalankan sesuai prosedur,” ujar anggota polsek yang enggan disebut namanya. Sementara itu Islampos berusaha menghubungi Ketua Umum LDII Abdullah untuk diminta konfirmasi, namun telepon seluler Abdullah Syam tidak aktif.

Seperti diketahui, Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri, semacam lembaga Pamswakarsa memperkarakan Sekjen Forum Ruju Ilal’haq (FRIH), Adam Amrullah. Senkom menuntut mantan anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tersebut dengan pasal pencemaran nama baik dan Undang-undang IT.

Dalam surat gugatan yang bertanggal 20 Mei 2013, Senkom merasa dirugikan dengan adanya video berjudul “Nasehat Sekjend FRIH dan Tantangan Mubahalah LDII” di situs Youtube.com. Senkom merasa keberatan dianggap organisai bayangan dari LDII.

red: syaiful

sumber: islampos

Jumat, 20/09/2013 16:11:47 | syaiful falah 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.549 kali, 1 untuk hari ini)