Demo bayaran minta pembubaran ormas radikal (IST)


Setara Institute memfitnah masjid di Depok dengan tudingan sarang radikal demi uang.

“Setara Institute memfitnah masjid di kampus Depok dengan hasil survei yang menyebut sebagai sarang radikal,” kata pengamat politik Achsin Ibnu Maksum kepada suaranasional, Selasa (7/11).

Menurut Achsin, publik perlu mengetahui dana Setara Institute dalam survei yang menyebut masjid di kampus Depok sarang radikal.

“Setara Institute harus terbuka dana survei yang menyebut masjid di kampus Depok sarang radikal,” jelas Achsin.

Kata Achsin, isu radikal yang disebutkan Setara Institute hanya menyasar kelompok Islam. “Padahal agama non Islam punya kelompok ekstrimis yang berbahaya bagi NKRI,” jelas Achsin.

Achsin mengatakan, di Papua, beberapa gereja justru menggerakkan kelompok separatis. “Publik pun masih tidak lupa lepasnya Timor Timur ada peran gereja,” pungkas Achsin.

Masjid-masjid yang berada di lokasi perumahan dan kampus dinilai menjadi sarang radikalisme dan intoleransi. Hal itu berdasarkan penelitian Setara Institute terhadap ratusan masjid di Kota Depok dan Bogor sepanjang Agustus hingga Oktober.

Peneliti Setara Institute Sudarto mengikuti hampir setiap pengajian di masjid yang berada di kawasan Depok, masjid yang berada di dalam Universitas Indonesia (UI) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah.

Berdasarkan penelitian tersebut, tercatat ada 529 masjid dan 927 musala di Depok. Jumlah itu terdiri dari masjid pemerintah atau BUMN, masjid donasi individu, masjid umum di perumahan dan masjid kampus.

“Saya ikut pengajian itu memakai celana cingkrang dengan jenggot yang panjang, supaya bisa masuk, karena sempat ada beberapa pengajian yang mengatakan kegiatan hanya untuk internal,” kata Sudarto saat diskusi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (1/11).

Sumber: suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 3.633 kali, 1 untuk hari ini)