Sukoharjo  – Dalam Islam seseorang tidak boleh sembarang menuduh. Adanya hadd qadzaf, bukti bahwa tuduhan tanpa bukti adalah dosa besar. Begitu juga tuduhan terhadap siapa yang mengangkat isu Syi’ah adalah bagian operasi intelijen juga haruslah mendatangkan bukti. Demikian yang disampaikan Ustadz Mas’ud Izzul Mujahid, Lc. kepada voa-islam.com usai menjadi pembicara dalam bedah buku Ayatur Rahmaan Fii Jihadis Suriah, di Sukoharjo, Ahad (/12/2013) kemarin.

“Orang yang menyatakan jika ada yang mengangkat isu Syiah sebagai bagian dari operasi intelejen maka ia harus membuktikan pernyataannya tersebut,” tegasnya.

Ustadz Mas’ud melanjutkan, statemen yang disampaikan seorang tokoh adanya operasi intelijen dalam mencuatnya isu Syi’ah di masyarakat hanya akan memecah belah persatuan ummat Islam.

Bahkan penulis buku Ayatur Rahmaan Fii Jihadis Suriah ini menyatakan, “pernyataan ada operasi intelijen tersebut merupakan perkataan yang amat berbisa serta berbahaya bagi kaum muslimin.”

Beliau menambahkan bahwa para Ulama dan tokoh Ummat Islam jelas telah mengangkat isu Syiah sejak dahulu, semisal KH. Hasyim Asyhari, pendiri ormas Islam terbesar Nahdhatul Ulama.

“Kiai Hasyim Asy’ari jauh- jauh hari sudah mengangkat tentang bahaya Syiah,” tuturnya lagi.

Di Jawa Timur, ada Habib Zein Al Kaff, seorang tokoh NU juga mengingatkan ummat akan bahaya Syiah.

Tidak tertinggal tokoh-tokoh di kota Solo seperti DR. Mu’in dan KH Abdullah Manaf Amin. Bahkan tokoh nasional seperti KH Kholil Ridwan dan DR. Adian Husaini pun sangat tegas dalam hal ini.

Sehingga pernyataan siapa yang mengangkat isu Syiah adalah bagian operasi intelejen maka secara tidak langsung menuduh para ulama dan tokoh-tokoh ini sebagai orang yang terkena operasi intelejen. Jelaslah pernyataan yang lebih mirip kepada tuduhan itu adalah ucapan yang berbisa.

Mengomentari fenomena bangkitnya kaum muslimin terkait Revolusi Suriah, Ustadz Mas’ud menyatakan ini indikasi yang baik bangkitnya semangat ukhuwwah Islamiyah dan Wala’ wal Baro’.

“Dahulu ketika bergolak Afghanistan, Somalia, Bosnia, Checnya, dukungan ummat Islam pada waktu itu tidak segegap gempita sebagaimana yang terjadi setelah munculnya Revolusi Suriah,” tuturnya.

Tentang pentingnya mengikuti gejolak yang terjadi di bumi Syam Suriah, “Revolusi Suriah telah menjadi revolusi pembeda antara munafik dengan muslim itu sendiri.”

Sehingga beliau menilai orang yang terindikasi memiliki hubungan dengan Syi’ah atau Iran akan memiliki sikap berbeda dengan lembaga-lembaga yang konsent membantu saudara-saudara muslim di Suriah. [PurWD/voa-islam.com] (voa-islam.com)Selasa, 29 Muharram 1435 H / 3 Desember 2013 13:13 wib

***

Siapakah tokoh yang pernah mengatakan itu?

Ini ada berita yang pantas disimak, apakah ada hubungannya dengan berita tersebut di atas atau tidak, wallahu a’lam.

***

Imam FPI Tuduh Intel Di Balik Isu Mudzakir Syiah

Selasa, 12 November 2013 09:01 Fayyadh

 Shoutussalam.com – Ahad pagi (10/11/2013) Habib Riziq Shihab, selaku Imam Besar FPI mengisi ceramah dalam sebuah tabligh akbar di kawasan Masjid Mujahidin, Banyuanyar, Solo. Acara yang dihadiri ribuan jamaah Gumuk berpakaian putih serta elemen FPI Solo ini memang menjadi ajang pembelaan Habib kepada sohib karibnya KH. Mudzakir yang diindikasikan oleh banyak kalagan sebagai Syiah.

Awalnya Habib Rizieq menyampaikan petikan-petikan Al-Qur’an tentang pentingnya persatuan. Sembari menyitir beberapa ayat surat Ali Imron yang menyinggung topik persatuan, Habib berkali-kali berseru tentang haramnya perpecahan. “Pegang kuat-kuat Qur’an dan sunnah, jangan sekali-kali kamu bercerai berai, haromm!!” sebutnya.

Hingga setelah sekitar setengah jam, masuklah tokoh asal Petamburan ini menuju topik hangat yang ditunggu-tunggu. Imam Besar FPI ini menyebutkan bahwa tindakan menuduh dirinya dengan Ustadz Mudzakir sebagai Syiah adalah gerakan bentukan intelijen. Ia menganalogikan tuduhan yang dialamatkan pada dirinya dan kiai asal gumuk itu dengan tuduhan teroris yang diterima oleh Ustadz Abu Bakar Baasyir.

Menurutnya tuduhan yang ramai selama ini salah alamat, karena justru mengarah kepada sesama ahlus sunnah. “Orang-orang yang menyebarkan fitnah ini agen intelijen untuk mengobok-obok persatuan umat islam.” katanya tentang orang yang mencurigai KH Mudzakir sebagai Syiah. “Yang kira-kira dituduh syiah, nanti masyarakat percaya,” tambahnya.

Namun berbeda dengan KH Mudzakir yang banyak dinilai ragu dalam menyebut dirinya sebagai sunni, Habib Rizieq tegas menyebut dirinya sebagai Ahlus Sunnah wal Jamaah. “Kita ahlus sunnah wal jamaah wajib untuk memelihara akidah ahlus sunnah wal jamaah.” sebutnya. Bahkan ia menantang mubahalah bagi siapa saja yang menuduhnya sebagai Syiah. “Orang-orang yang menuduh saya syiah, saya tantang mereka mubahalah.”/ http://alislamu.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.549 kali, 1 untuk hari ini)