Warga Lagoa, Jalan Mahoni, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Yusri Isnaeni. (foto: viva.co.id)


Jakarta (SI Online) – Seorang ibu rumah tangga warga Lagoa, Jalan Mahoni, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Yusri Isnaeni, menggugat Gubernur DKI Jakarta, Ahok senilai Rp100 miliar. Bukan hanya itu, Yusri juga akan melaporkan kasus itu ke tiga lembaga negara.

Yusri yang mengugat Ahok karena dituduh sebagai maling saat bertanya soal pencairan dana pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP), akan melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya, Komnas Perlindungan Anak dan Perempuan serta Komnas HAM.

“Besok, saya rencana akan melaporkan ke Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak dan Perempuan sama Polda Metro Jaya,”kata Yusri seperti dikutip VIVA.co.id, Selasa (15/12/2015).

Yusri menuturkan, ia melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya atas dasar pencemaran nama baik, karena telah menyebutnya sebagai maling.

“Ke Polda, karena ini pencemaran nama baik, ke Komnas PA karena anak saya jadi down. Dia (anak Yusri) dari Jumat dicemooh teman-temannya. Sejak Senin, Selasa, nggak mau sekolah karena trauma,” ujar Isnaeni.

Menurut Yusri, hingga saat ini, belum ada tanggapan apa pun dari Ahok terkait gugatannya itu.

“Sampai sekarang nggak ada respons, nggak ada itikad baik untuk merespons. Cuma pas Sabtu tanggal 12, jam 18.41 WIB ada telepon yang mengaku dari pihak Balai kota atas nama Hasanudin Ismail. Dia menyampaikan permintaan maaf dari gubernur. Tapi, saya nggak terima lah, saya mau Ahok sendiri yang minta maaf di depan saya dan umum,” kata Yusri.

Kronologi Penghinaan

Yusri menuturkan, peristiwa penghinaan terhadap dirinya itu bermula saat ia akan bertanya kepada Komisi E DPRD DKI soal sulitnya mencairkan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP) pada Kamis, 10 Desember 2015.

Setiba di Gedung DPRD DKI, secara tak sengaja ibu berusia 32 tahun itu berpapasan dengan rombongan Ahok yang saat itu kebetulan berada di sana.

Yusri pun melontarkan pertanyaan kepada orang nomor satu di DKI itu. “Pak Ahok, kenapa saya mau belanja dipersulit,” tanya Yusri kepada Ahok.

Yusri mengatakan, seketika itu juga Ahok menjawab dengan nada yang tinggi. Sambil menunjuk ke muka Yusri. “Ibu maling, ibu modus ini,” kata Yusri menirukan ucapan Ahok menjawab pertanyaannya saat itu.

Bahkan, menurut Yusri, Ahok sempat memerintahkan ajudannya mencatat nama Yusri.

Menurut Yusri, akibat tuduhan Ahok itu, anaknya, berinisial AH (9 tahun), mengalami trauma. “Nama baik saya tercemar. Anak saya juga jadi dicemooh di sekolah, dibilang maling sama temennya,” kata Yusri.

Karena itu lah, Yusri akhirnya berniat menggugat Ahok agar membayar ganti rugi sebesar Rp100 miliar.

 Selain melayangkan gugatan, Yusri juga akan melaporkan masalah itu ke Komnas Perlindungan Anak. “Rabu, rencana kami lapor ke Komnas PA,” ujar dia.

 red: ummu syakira/ uara-islam.com – Rabu, 16/12/2015

(nahimunkar.com)

(Dibaca 536 kali, 1 untuk hari ini)