Tukang Bubur Didenda Rp 5 Juta karena Langgar PPKM Dapat Bantuan: Diganti Berlipat-lipat

 


 

Tukang bubur ayam bernama Endang Uloh (42) yang dikenakan denda Rp5 juta karena melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Tasikmalaya, mendapatkan bantuan dana dari salah satu warganet.

 
 

Berdasarkan informasi yang diterima Indozone melalui DM Instagram, @uyung_aria mengatakan bahwa salah satu pengikutnya mengganti uang denda Endang dengan jumlah yang belipat.

 

“Alhamdulillah case closed. Mang Undang bubur biasa malam membayar denda dengan ikhlas, langsung diganti dengan yang berlipat lipat oleh hamba Alloh yg budiman,” tulis keterangan unggahan, seperti dikutip Indozone, Rabu (7/7/2021).

 

Dalam unggahan tersebut, Endang tampak memperlihatkan sejumlah uang dan kertas bon denda yang ia bayar lantaran melayani pembeli saat masa PPKM Darurat, Selasa (06/07/2021). 

 

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sidang putusan Endang digelar virtual pada Selasa (6/7/2021). Hakim Abdul Gofur menyatakan Endang bersalah karena membiarkan pelanggan bubur makan di tempat saat PPKM Darurat.

 

“Terdakwa terbukti bersalah dan divonis Rp 5 juta atau subsider kurungan 5 hari penjara,” ujar Abdul Gofur.

 

Endang dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 34 ayat (1) juncto Pasal 21 I ayat (2) huruf f dan g Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketentraman Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

 

Endang sebenarnya keberatan dengan vonis tersebut, namun tidak bisa berbuat banyak selain menerimanya daripada harus dipenjara.

 

“Ya berat bagi saya. Kalau dendanya Rp 1 juta atau Rp 2 juta saya masih sanggup. Ya harus bagaimana lagi itu putusan hakim,” kata Endang.

 

Endang menjelaskan saat itu yang berjualan di warung bubur miliknya adalah sang adik, Sawa (28). Petugas gabungan melakukan razia pada Senin (5/7/2021) malam dan menemukan pengunjung makan di tempat.

 

Sawa mengatakan bahwa saat itu ada 4 pembeli yang ngeyel dan memaksa tetap makan di tempat.

 

“Adik saya bilang ke empat pembeli yang ngeyel dan memaksa untuk makan di tempat sedang ada PPKM. Tapi, pembeli itu tetap memaksa mau makan di tempat. Saat itu, ada petugas patroli dan memberitahukan kalau kami melanggar karena masih melayani pembeli di tempat saat PPKM,” kata Endang.

 

“Ya saya tahu ada PPKM Darurat ini. Tapi ya semalam pembeli yang maksa makan di tempat. Padahal sudah dikasih tahu. Ya bagaimana lagi sudah kejadian gini pak,” ujarnya pasrah.

 


View this post on Instagram

 

A post shared by Uyung Aria (@uyung_aria)

 

Source: Silahkan Klik Link Ini

Diterbikan: oposisicerdas.comKamis, Juli 08, 2021 Peristiwa, Trending Topic

Foto: Tukang bubur yang kena denda karena langgar PPKM darurat dapat bantuan (Instagram/uyung_aria)

 

***

Pendapatan turun drastis, masih pula ada yang cari2 perkara

Pemilik warteg (warung Tegal) di Jaksel dekat rumah, dia suka ke masjid. Dia bercerita, pendapatannya kini turun tajam, tinggal setengahnya, karena tidak ada yang boleh makan di tempat.

Di samping itu, kadang masih ada yang memata-matai. Sampai-sampai tadi malam saya harus bertengkar dengan orang yang mencari-cari perkara. Karena warteg saya ada beberapa orang, kata orang yang cari2 perkara itu.

Lha ini anak saya semua. Kenapa? Anak saya 13 yang hidup 10, yang ikut di sini sekian. Memang kenapa? Ayo saya tunjukkan KK (kartu keluarga) saya, kalau ga’ percaya!, tegas pemilik warteg.

Orang yang cari2 perkara di malam tadi, lalu ngeloyor pergi, ceritanya.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 298 kali, 1 untuk hari ini)