Massa Aksi Bela Tauhid atau Aksi 211 menyampaikan 5 tuntutan atas peristiwa pembakaran bendera berkalimat tauhid ke Menko Polhukam Wiranto di Jakarta, Jum’at 2 / 11 2018. (Foto: Dok. riau24)


Inilah beritanya.

***

Masa Aksi 211 Beri Lima Tuntutan untuk Wiranto

BREAKINGNEWS.CO.ID – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto menerima wakil peserta Aksi Bela Tauhid II saat diterima di kantornya di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018). Dari pertemuan itu, perwakilan massa Aksi Bela Tauhid atau Aksi 211 menyampaikan 5 tuntutan atas peristiwa pembakaran bendera berkalimat tauhid yang terjadi di Garut pada Hari Santri Nasional beberapa waktu lalu.

“Yang pertama kami tentu menuntut kepada pemerintah Indonesia pernyataan resmi bahwa bendera Rasulullah bukan bendera ormas apa pun,” kata perwakilan Aksi 211 Awit Mashuri.

Awit Mashuri mengatakan, atas tuntutan itu, Wiranto bakal mengupayakan pertemuan ormas-ormas Islam untuk menyelesaikan pro kontra soal bendera berkalimat tauhid yang dibakar di hari santri nasional di Garut beberapa waktu lalu. “Ada yang mengklaim ini bendera ormas ada yang mengklaim bendera tauhid. Mudah-mudahan bisa clear ke depan tidak terjadi lagi hal hal seperti ini. Jadi yang kita yang kita inginkan kalimat tauhid itu kalimat yang mulia yang harus dimuliakan oleh umat Islam. Jangan sampai nanti terjadi hal hal seperti ini lagi,” sambungnya.

Berikut 5 tuntutan umat Islam dalam Aksi Bela Tauhid 211 yang dibacakan dalam jumpa pers:

  1. Menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia untuk membuat pernyataan resmi bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasulullah SAW bukan bendera ormas apa pun, sehingga tidak boleh dinistakan oleh siapa pun.
  2. Menuntut kepada pemerintah Republik Indonesia untuk memproses hukum semua pihak yang terlibat dalam pembakaran bendera tauhid, baik pelaku maupun aktor intelektual yang mengajarkan dan mengarahkan serta menebar kebencian untuk memusuhi bendera tauhid.
  3. Mengimbau kepada seluruh Umat Islam Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah diadu domba oleh pihak manapun.
  4. Mengimbau kepada umat beragama agar menghormati simbol-simbol agama dan selalu menjaga kebinekaan sehingga tidak ada lagi persekusi atau penolakan terhadap pemuka agama atau aktivis di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  5. PBNU Wajib meminta maaf kepada umat Islam atas pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh anggota Banser di Garut dan PBNU harus dibersihkan dari liberalisme dan aneka paham sesat menyesatkan lainnya karena NU adalah rumah besar Aswaja.

Sumber : breakingnews.co.id

(nahimunkar.org)

(Dibaca 142 kali, 1 untuk hari ini)