Turki pada hari Selasa meminta duta besar Israel untuk meninggalkan negara itu setelah kekerasan dan pembunuhan tanpa pandang bulu oleh tentara Israel di sepanjang perbatasan Gaza, kata sumber diplomatik, sebagaimana dilansir oleh Anadolu (15/5/2018).

Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Eitan Naeh dan mengatakan kepadanya bahwa lebih “pantas” baginya untuk kembali ke negaranya “untuk sementara”, kata sumber-sumber itu, yang menolak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara kepada media.

Setidaknya 60 demonstran Palestina menjadi martir dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan Israel.

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin pagi untuk mengambil bagian dalam protes yang ditujukan untuk memperingati Nakba dan memprotes pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Al Quds.

Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 90 demonstran Palestina telah menjadi martir oleh tembakan Israel lintas-perbatasan, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Unjuk rasa akan mencapai puncaknya pada hari Selasa, peringatan ke-70 pendirian Israel – sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai “Nakba”.

Pekan lalu, pemerintah Israel mengatakan protes perbatasan yang sedang berlangsung merupakan “keadaan perang” di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku.*

Rep: Sholah Salim

Editor: Thoriq / hidayatullah.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 511 kali, 1 untuk hari ini)