TVRI mau tayangkan serial dari China, Tengku Zul kesal: Teng, mulai!


 


 


tengkuzulkarnain

@ustadtengkuzul

 

Skrng sensitivitas dgn negara China sdg naik. Mulai dari isu Pulau Reklamasi yg iklannya dijual di TV China, banjirnya TKA China, tanpa peduli saat Corona merebak, impor sayur dll Secara Psikologi Penguasa mesti menurunkan tensi sensivitas itu bkn malah NGEGAS mutar film di TVRI

4.45 AM · 6 Jun 2020·Twitter for Android


 


Hasan

@Hasan49336769 2j

Membalas @ustadtengkuzul

TVRI poros cina

 

FacebookTwitterLinkedInPocket

Televisi nasional milik negara, TVRI berencana bakal menayangkan beberapa serial dan dokumenter asal China. Langkah ini disebut-sebut bagian dari kerja sama antara TVRI dengan Guangzi Radio and Television Information Network Corp.

Antara melaporkan, kerja sama TVRI-Guangzi Radio dan TINC sendiri sudah terjalin sejak 2007 silam.

Konten ini akan terbagi dalam dua program, yaitu drama China yang bakal menayangkan serial, dan Miracle China hadir dengan dokumenter-dokumenter. Kedua tayangan itu akan disulih suara ke dalam Bahasa Indonesia.

Reaksi keras Tengku Zulkarnain

Atas kabar ini, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat Tengku Zulkarnain bereaksi keras. Seperti yang terlihat dalam unggahannya di sosial media miliknya.

Ustaz berdarah melayu itu memang sosok yang sangat kental menolak kehadiran China, termasuk semua hal yang berbau dengan Tiongkok.

Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Foto: Kiblat.net.

“Teng, mulai,” sebut Tengku Zul, Jumat malam, 5 Juni 2020.

Apa yang dia sampaikan, menanggapi pemberitaan CNN soal rencana tersebut, di mana berita tersebut tayang pada Selasa, 21 Januari 2020 lalu.

Menurut Tengku Zul, adalah menjadi hal yang mafhum untuk menolak siaran China di saluran televisi berpelat merah TVRI.

“Sekarang sensitivitas dengan negara China sedang naik. Mulai dari isu Pulau Reklamasi yang iklannya dijual di TV China, banjirnya TKA China, tanpa peduli saat corona merebak, impor sayur dan lain-lain.”

“Secara psikologi penguasa mesti menurunkan tensi sensitivitas itu, bukan malah ngegas mutar film (China) di TVRI),” katanya lagi.

Usai mengeluarkan penyataan, sejumlah reaksi kemudian disampaikan banyak netizen. Ada yang mendukung, dan tak sedikit pula yang merisak.

Salah satu yang merisak adalah akun @apriyadi19. “Sejak Orba, Kho Ping Ho sudah familiar, apa yang aneh,” sebut akun itu menanggapi Tengku Zul.

Mendengar pernyataan tersebut, Tengku Zul kemudian menanggapinya. “Kho Ping Ho orang Indonesia. WNI kelahiran Solo, Bambang! Dia tidak bisa bahasa China dan tidak pernah berkunjung ke China seumur hidupnya,” jawab Tengku Zul.

“Nah benarkan, media sudah dikuasai RRC China. Selangkah lagi Indonesia akan jadi negara komunis. Untungnya aku enggak pernah nonton TVRI,” komentar akun @mawarsolitaire.

hops.id,  Rendra Saputra Send an email06/06/2020

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 367 kali, 1 untuk hari ini)