Luthfi Bashori

Di saat malam menjelang dini hari, terdengar HP kami berbunyi nada  SMS masuk. Biasanya, SMS yang masuknya di malam  hari, karena seringnya HP itu kami letakkan di atas meja keluarga, terkadang kami biarkan saja, dan jika sudah ada niatan kuat untuk mengambilnya, barulah kami baca isi SMS nya, bahkan kadang-kadang kami biarkan saja SMS itu hingga bangun dari tidur. Setelah shalat Subuh, barulah kami baca, barangkali ada hal yang penting.

Namun, kemarin malam termasuk yang agak sedikit berbeda, begitu ada suara nada SMS berbunyi, hati kami langsung tergerak untuk mengambil HP yang tergeletak di meja dan spontan membacanya.  Kami sedikit terperanjat saat membaca huruf demi huruf yang tertera dalam SMS itu yang isinya adalah:

Meneruskan BC dari Habib Abdurrahman Hasan Alhabsyi, HARAP DIBACA PENTING BUAT MUSLIMIN:

Seseorang belanja di sebuah Supermarket (….mart), trus abis bayar, kasirnya tanya secara otomatis (sesuai prosedur standarnya):

KASIR         : Apa sisa uang receh mau disumbangkan ke badan sosial?

PEMBELI  : Saya jawab YA, (karena saya pikir cuman recehan, tp saya iseng becanda tanya): Sumbang kemana mbak, ke gereja yaa? 

KASIR        : Iya …!!

PEMBELI   : Lho yg bener aja, ke badan sosial apa ?

KASIR       : GKI.

PEMBELI  : Saya ISLAM, balikin recehan saya tadi !

Anda bayangkan, berapa milyar gereja per-bulan dpt dari ribuan super/minimarket yang menerapkan sistem itu. Saya yakin byk yang tdk tahu hal ini, karena tidk DETAIL nanya atau kasir  tdk kasih tahu (bisa jd  hanya bos-nya yg tahu). Jadi kasih tahu yg lain biar hati2. MOHON KE BC YG LAIN, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi. ALLAHU AKBAR.

SMS ini isinya ringan, namun maknanya sungguh sangat dalam jika dikaji secara jeli. Sudah berapa banyak proyek-proyek di negeri ini yang tidak lepas dari keterlibatan dan rekayasa pihak non muslim, dan ironisnya yang menjadi sasaran proyek itu justru kalangan umat Islam.

Mereka sengaja mengeruk keuntungan finansial dari umat Islam, namun dengan berbagai dalih mereka menggunakan umat Islam di dalam ketidakberdayaannya sebagai sasaran tembak bagi visi dan misi mereka.

Akan terus beginikah kondisi  semacam ini yang menerpa umat Islam Indonesia dari masa ke masa?

Penulis: Pejuang Islam [ 26/9/2012 ]/ http://pejuangislam.com

Ilustrasi: merdeka.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 599 kali, 1 untuk hari ini)