Ubah Pancasila padahal Pelakunya Anak 14 Tahun, tapi Kata Polisi, Itu Termasuk Pidana Khusus

Inilah beritanya, kejadian di Malang Jawa Timur beberapa waktu lalu.

***

Ubah Isi Pancasila dengan Kata Seronok, Gadis 14 Tahun Ini Dilaporkan ke Kepolisian

 Facebook 

VAN (14) pemilik akun FB Khenyott Dhelown warga Tegalsari, Kepanjen (terlihat dicermin paling kiri) saat menunggu pemeriksaan Polres Malang dikarenakan tulisannya yang merubah sila Pancasila secara tidak etis, Senin (22/01) (Nana)

Kembali kasus pelecehan terhadap dasar negara dan ideologi bangsa yaitu Pancasila terjadi di dunia maya,  yaitu di media sosial (medsos) Facebook. 

Sifat medsos yang cair dan dengan mudah dipakai oleh siapapun tanpa dibarengi dengan kesiapan emosi dan intelektual,  membuat medsos menjadi ruang yang paling gampang dalam menciptakan permasalahan. 

Hal ini terjadi pada seorang gadis berusia 14 tahun berinisial VAN berdomisili di Jl Sadru RT 01 RW 03 Desa Tegalsari,  Kecamatan Kepanjen.  Yang dengan entengnya merubah isi Pancasila dengan kata-kata yang tidak elok,  seronok dan jauh dari pemikiran usia seumurnya. 

Melalui akun FB Khenyott Dhelown,  VAN merubah isi Pancasila menjadi seperti ini. 

“Hee Rekk pancasila saiki ono sing anyar: 1. Kenalan disek 2.Pacaran 3.Sex 4.Meteng 5.Mbayii, ” tulis VAN melalui akun FB. 

Tulisan tersebut sontak mendapat reaksi keras dari berbagai warga dan komunitas. Misalnya, dari seorang pelapor bernama Axel warga Kedungpedaringan,  Kepanjen. Selang tulisan VAN beredar dan viral di dunia maya, Minggu (21/01) sore kemarin,  Axel bersama Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Malang langsung mencari lokasi rumahnya. 

“Saat itu kita ingin mengklarifikasi tulisannya.  Karena ini telah menghina Pancasila. Tapi setelah ketemu rumahnya,  dia tidak ada,” kata Axel pelapor VAN,  Senin (21/01) saat berada di Polres Malang bersama anggota Pemuda Pancasila.


Proses mediasi VAN (dua dari kiri) yang terlihat cuek setelah dilaporkan atas dugaan penistaan Pancasila di Balai Desa Tegalsari, Kepanjen,   Senin (22/01).  (Nana)

Axel pun mencoba untuk melakukan komunikasi dengan VAN melalui akun FB. Tapi dirinya mendapatkan jawaban-jawaban yang tidak menyenangkan. “Tidak ada kesan bersalah bahkan terkesan menantang. Akhirnya,  saya melaporkannya ke Polsek Kepanjen. Di sana,  kasusnya dilimpahkan ke Polres,” ujar Axel. 

Di kesempatan berbeda, sekitar pukul 10.00 WIB,  Kapolsek Kepanjen Kompol Brindiyo mengatakan,  dugaan penistaan Pancasila memang telah dilimpahkan ke Polres Malang karena masuk dalam Pidana Khusus. “Tapi sebelumnya di tingkat desa dilakukan musyawarah yang melibatkan tiga pilar. Untuk mengetahui secara jelas duduk perkaranya,” terangnya kepada MalangTIMES.

Dalam mediasi di Balai Desa Tegalsari, Kepanjen VAN mengakui dirinya yang memang melakukan hal tersebut. Tapi, kata VAN untuk tulisan Pancasila sila ke 1 sampai 3 yang menulis adalah teman lelakinya yang dipanggil dengan nama Paijo. “Saya melanjutkan yang sila ke 4 dan sila ke 5 serta mengirimnya di FB saya, ” ujar VAN yang terlihat begitu cuek saat proses mediasi. 

VAN juga menandatangani surat pernyataan bermaterai dan tidak akan melakukan perbuatannya di kemudian hari. 

Tapi, laporan telah masuk ke ranah kepolisian. Selang sekitar dua jam lebih, VAN akhirnya juga diperiksa di ruang penyidikan anak Reskrim Polres Malang. 

Axel dan anggota PP Kabupaten Malang yang disinggung mengenai hal tersebut menegaskan, pihaknya sebenarnya tidak ingin memperkarakan persoalan penistaan Pancasila tersebut. “Tapi anaknya seperti itu (cuek,  tanpa rasa bersalah dan bersikap menantang).  Jadi kita minta setelahnya ada pembinaan dari pihak berwenang.  Selain itu juga kita minta si VAN ini meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Axel yang juga mengatakan jalur hukum ini juga agar tidak terjadi gejolak dalam masyarakat atas ulah VAN. 

“Agar tidak ada tindakan anarkis juga,” pungkas Axel. 

jatimtimes.com/
Pewarta: Dede Nana Editor: Sri Kurnia Mahiruni  Jan 22, 2018 14:21

 

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 6.329 kali, 135 untuk hari ini)