Wakil Ketua KPK Saut Situmorang


Palembang, sumselupdate.com – Pernyataan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat menjadi narasumber acara ‘Harga Sebuah Perkara’ di stasiun televisi swasta, Kamis (5/5) malam memantik kemarahan alumni dan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Bahkan Rakornas III KAHMI telah menyampaikan tuntutan terbuka kepada Saut karena dinilai merugikan nama baik HMI.

Lantas, seperti apa lengkapnya pernyataan Saut yang mengundang kemarahan kader HMI itu? Sebagaimana yang tersebar di grup WhatApps (WA) internal HMI, seperti grup “KAHMI Selalu di Hati” dan “KAHMI Forever” berikut bunyi pernyataan dimaksud.

“Jadi kita tidak sepakat, atau tidak mau melaksanakan. Karena gini, kita tidak akan bisa melaksanakan kontrol tanpa standar, standar itu sudah ada di republik ini. Kepres mana yang gak ada, SK mana yang gak ada, semuanya ada tapi ketika itu mau dilaksanakan semua karakter dan integritas bangsa ini sangat rapuh. Orang yang baik di negara ini mas jadi jahat ketika dia sudah menjabat. Lihat aja tokoh-tokoh politik kita, itu orang-orang yang pinter semuanya, orang itu orang-orang cerdas.

Saya selalu bilang kalau di HMI minimal dia LK 1 — iyakan, lulus tuh anak-anak mahasiswa, pinter, tapi begitu menjadi menjabat dia jadi jahat, curang, lidih. Ini karena apa? Karena saya bilang sistem belum jalan. Artinya apa? Adapun aturan-aturan itu tidak pernah kita jalankan, ini artinya kenapa karakter dan integritas orang itu berubah. Ini persoalan bangsa kita. Itu yang saya bilang peradaban bangsa kita ini karena apa? Karena memang kita tidak mau bermain dari sesuatu yang terkecil”.

Reaksi atas pernyataan Saut tersebut kemudian menjadi trending di grup WA KAHMI sepanjang Jum’at (6/5) siang hingga malam, saat berita ini diturunkan. Berikut di antaranya kutipan reaksi atas pernyataan Saut itu.

“Kalimat tersebut menjenerailsasi semua alumni HMI, yang sudah LK 1, jahat. Ini ada unsur kesengajaan dan bersifat masif pembunuhan karakter HMI dan alumninya bahwa secara jeneral HMI dan kadernya seperti yang disebutkan Saut. Kita tidak menutup mata ada kader dan alumni seperti yang dia sebutkan. Tapi tidak seluruh HMI dan alumni seperti yang dia sebutkan” , ujar Mantan Ketua Umum Korp HMI Wati (Kohati) HMI Cabang Palembang, yang saat ini tinggal di Jakarta, pada grup “KAHMI Forever”  .

“Kita menolak terhadap pernyataan Saut Situmorang yang telah melecehkan HMI. Untuk itu kita mengajak kader dan alumni untuk menandatangani petisi penolakan dalam laman http:www.petisionline.net/kahmi_melawan,” cetus Sekretaris Umum KAHMI Palembang Mahmud Khalifah Alam di grup “KAHMI Selalu di Hati”.

Sementara seperti dilansir teropongsenayan, Jum’at (6/5), Pengurus B esar (PB) HMI pun berekasi keras dan mendesak Saut Situmorang minta maaf secara terbuka.  Ketua Bidang Politik Sosial dan Budaya Muhammad Adil menyebut, pernyataan Saut Situmorang itu sangat tendensius. “Apa hubungannya frase ‘perilaku korup’ dan ‘sangat jahat’ dengan institusi HMI beserta instrument perkaderannya,” kata Adil .

Sebagai pejabat publik, lanjutnya, Saut seharusnya berimbang dalam memberikan penilaian terhadap apapun, tak terkecuali HMI. “Lihat juga prestasi dan gagasan yang dilahirkan tokoh-tokoh HMI terhadap bangsa ini. Tetapi menggunakan HMI untuk merujuk pada perilaku korup secara spesifik itu yang bermasalah. Saya kira Saut harus menarik ucapannya”, tegas dia. (shn)

Sumber: sumselupdate.com/ Jumat, 6 Mei 2016

***

Demo Depan KPK Bubar, Inilah 3 Tuntutan HMI

Demo HMI

Demo HMI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi unjuk rasa anarkis yang dilakukan oleh ratusan orang yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan gedung KPK terkait dengan pernyataan Saut Situmorang melahirkan 3 tuntutan.

Dalam aksi tersebut, HMI melakukan aksi bakar ban serta vandalisme (corat coret) di sekitar gedung KPK. Unjuk rasa tersebut membuat polisi menutup jalur lambat Jalan Rasuna Said yang mengarah ke gedung KPK.

Namun kini HMI telah membubarkan diri dan rencananya akan melanjutkan aksinya esok hari. Terkait dengan aksi demo tersebut, mereka menuntut Wakil Ketua KPK Saut Situmoranguntuk menyatakan permohonan maaf kepada HMI terkait dengan penyataan yang dilontarkan sebelumnya dalam sebuah diskusi di salah satu stasiun televisi swasta yang membuat HMI tersinggung.

Salah seorang Koordinator Demo HMI Zikrillah menjelaskan pernyataan Saut di salah satu stasiun televisi sangat tendensius dan mengarah pada pelemahan sejarah organisasi islam.

“Aksi teman-teman atas pernyataan Saut di stasiun TV yang bagi kami sangat tendensius dan mengarah pelemahan sejarah organisasi islam secara kelembagaan,” ujar Zikrillah saat ditemui ditengah aksi demo di depan gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/5/2016).

Dalam aksi unjuk rasa anarkis tersebut, HMI menuntut 3 hal, yakni mendesak Saut Situmorang untuk segera meminta maaf kepada seluruh keluarga besar HMI , mendesak Komite Etik KPK untuk segera memberikan sanksi etik kepada Saut Situmorang, dan mendesak Mabes Polri untuk segera menangkap Saut Situmorang karena sengaja mengeluarkan pernyataan fitnah pada HMI.

“Intinya kami minta Saut diberhentikaan secara resmi. Dia harus gentlemen mengundurkan diri,” jelasnya.

Penulis: Fitri Wulandari

Editor: Hendra Gunawan

Sumber: tribunnews.com/Senin, 9 Mei 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.952 kali, 1 untuk hari ini)