Udah Tau Negara Sedang Sulit, Kenapa Ngotot Pindah Ibu Kota Baru?



Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan dalam melakukan aksi solidaritas untuk warga Palestina. Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia juga masih dalam kondisi prihatin.

 

Sudah tahu negara dalam kondisi prihatin, ekonomi sulit (gak jadi meroket), malah utang yang meroket… tapi kenapa ngotot pindah Ibu Kota????

 

Itu yang bikin masyarakat heran dengan pejabat di negeri ini.

 

Kalau soal bantuan untuk Palestina.. itukan duit-duitnya rakyat sendiri, bukan duit negara.

 

Para pejabat harusnya mikir penggunaan duit negara, dipakai dengan bener, sesuai kebutuhan dan skala prioritas, gak usahlah ngurusi duitnya rakyat mau dipakai buat apa.

 

Jangan pula duit negara dijadikan bancakan korupsi… seperti duit bansos covid. Itu anggarannya malah Triliunan.

 

Fokus itu saja.

[PORTAL-ISLAM.ID] Rabu, 26 Mei 2021 CATATAN

***

 

Fir’aun memperdaya kaumnya seakan-akan ia adalah orang yang menasehati

يَٰقَوۡمِ لَكُمُ ٱلۡمُلۡكُ ٱلۡيَوۡمَ ظَٰهِرِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَمَن يَنصُرُنَا مِنۢ بَأۡسِ ٱللَّهِ إِن جَآءَنَاۚ قَالَ فِرۡعَوۡنُ مَآ أُرِيكُمۡ إِلَّا مَآ أَرَىٰ وَمَآ أَهۡدِيكُمۡ إِلَّا سَبِيلَ ٱلرَّشَادِ ٢٩ [سورة غافر,٢٩]

29. (Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Fir´aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”

[Ghafir29]

Tafsir:


29. يٰقَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظٰهِرِينَ فِى الْأَرْضِ ((Musa berkata): “Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi)
Lelaki beriman ini mengatakan demikian agar mereka bersyukur kepada Allah dan tidak terus menerus dalam kekafiran mereka di muka bumi, yang dimaksud adalah bumi Mesir.

فَمَن يَنصُرُنَا مِنۢ بَأْسِ اللهِ إِن جَآءَنَا ۚ( Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!”)
Yakni siapa yang dapat melindungi kita dari azab-Nya saat azab itu datang.

Setelah Fir’aun mendengar nasehat yang diberikan lelaki ini, maka ia mulai memperdaya kaumnya seakan-akan ia adalah orang yang menasehati dan menjaga mereka serta ia tidak menuntun mereka kecuali kepada sesuatu yang bermanfaat dan menjauhkan mereka dari mudharat. Maka sebab itu ia berkata: 
قَالَ فِرْعَوْنُ مَآ أُرِيكُمْ إِلَّا مَآ أَرَىٰ( Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik)
Yakni aku tidak menunjukkan kepada kalian kecuali apa yang menurutku baik.

وَمَآ أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ (dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar)
Dan aku tidak menunjukkan kepada kalian dengan pendapatku ini kecuali kepada jalan yang benar yang jika kalian tapaki maka kalian tidak akan tersesat.
Abu Na’im dalam –bab keutamaan-keutamaan para sahabat— dan al-Bazzar meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa ia berkata: “hai Manusia, beritahukan kepadaku siapakah orang yang paling pemberani?” mereka menjawab: “Kamu.” Lalu ia berkata: “kalau diriku, memang tidaklah aku bertanding dengan seseorang melainkan aku pasti mengalahkannya; namun beritahukan kepadaku siapakah orang yang paling pemberani?” Mereka menjawab: “Kami tidak tahu siapa.” Maka ia berkata: “orang yang paling pemberani adalah Abu Bakar; suatu hari aku melihat Rasulullah ditangkap oleh kaum Quraisy, sebagian memukulinya dan sebagian lainnya menyeretnya sambil berkata: “Apakah kamu yang menjadikan tuhan-tuhan kami hanya menjadi satu tuhan saja?” Ali bin Abi Thalib melanjutkan: “Demi Allah, tidak ada dari kami yang berani mendekatinya kecuali Abu Bakar, dia memukuli sebagian dan menyeret sebagian dari mereka seraya berkata: “celakalah kalian, apakah kalian akan membunuh seseorang hanya karena dia berkata ‘Tuhanku adalah Allah?'” Lalu Ali melepas surban yang dipakainya, kemudian dia menangis hingga membasahi jenggotnya. Kemudian dia berkata: “Aku serukan kepada kalian, apakah lelaki beriman dari kerabat Fir’aun itu atau Abu Bakar yang lebih baik?” Namun orang-orang terdiam. Maka dia bertanya kepada mereka: “Mengapa kalian tidak menjawab? Demi Allah, apa yang dilakukan Abu Bakar lebih baik daripada yang dilakukan lelaki beriman dari kerabat Fir’aun; lelaki itu menyembunyikan imannya, sedangkan Abu Bakar menampakkan imannya.”

 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

Referensi: https://tafsirweb.com/8841-quran-surat-al-mumin-ayat-29.html

 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 215 kali, 1 untuk hari ini)