Surya Paloh dan Victor Laiskodat (IST)


Ujaran kebencian politikus Partai NasDem Victor Laiskodat lebih berbahaya daripada milik Ahmad Dhani.

“Ujaran Viktor lebih sadis ketimbang Ahmad Dhani. Tapi kenapa VIktor bebas melenggang,” kata wartawan senior Edy A Effendi di akun Twitter-nya @eae18.

Edy mengkhawatirkan adanya kerusakan negara Indonesia jika tidak adanya keadilan. “Negara ini mau jadi apa Pak @DivHumasPolri?” kata Edy.

Musisi yang juga politikus Gerindra, Ahmad Dhani, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus cuitan sarkastis di akun Twitter-nya. Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Jakarta Selatan.

“Iya betul (Ahmad Dhani jadi tersangka) di Polres Jaksel,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (28/11) dikutip dari detik.

Kasus ini berawal ketika Ahmad Dhani dilaporkan relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat (BTP Network) gara-gara cuitan sarkastis di akun Twitter-nya. Dalam cuitannya, Dhani menyebut siapa saja pendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi.

Atas laporan itu, Dhani menegaskan cuitannya tak mempunyai nilai ujaran kebencian. Dia lantas mengibaratkan kebencian terhadap pendukung pengedar narkoba dengan pendukung penista agama.

“Misalnya siapa saja pendukung para pengedar narkoba wajib digantung, misalnya. Itu kan ujaran kebencian kepada pengedar narkoba dan pendukungnya. Saya rasa menempatkan ujaran kebencian pada tweet saya agak salah ya. Karena saya benci kepada penista agama dan pendukungnya,” ujar Dhani.

Sumber : suaranasional.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.276 kali, 1 untuk hari ini)