Beredar di medsos, kicauan Haekal Hassan Barras @haikal_hassan 19 Mei 2018:

Th 1964 Menteri Agama KH Syaifuddin Zuhri (ayahnya MenAg) melarang 167 judul buku agama masuk pesantren a.l karangan Buya HAMKA, Prof. Hasbi Ashidiq, KH. Machmud Yunus (Penulis Kamus Arab-Indonesia dan beberapa kitab tafsir), dan A. Hassan (Pendiri Persis). WOW…

***

Bila dilihat dari kiprahnya, Menteri Agama zaman Orde Lama (Soekarno) KH Syaifuddin Zuhri itu dikenal sebagai kyai NU (Nahdlatul Ulama). Sedang tokoh-tokoh Islam yang buku-bukunya dilarang masuk ke pesantren itu tampaknya bukan tokoh NU.

Saat itu istilah liberal yang digandengkan dengan Islam (Islam Liberal) belum ada, karena istilah Islam Liberal (mengaku Islam tapi merelatifkan kebenaran Islam dan disamakan dengan agama-agama lain) itu baru muncul zaman Gus Dur tahun 2000-an. Yang belakangan disebut Islam liberal itu pernah disindir keras oleh M Natsir tokoh Masyumi zaman menjelang kemerdekaan 1945, dia menyebutnya ‘orang  Islam yang sikapnya netral agama’ itu lebih sulit dihadapi ketimbang  (kita sebagai orang Islam menghadapi) non Muslim.

Itulh kurang lebihnya cikal bakal Islam Liberal di zaman sebelum merdeka 1945. Bagaima pula ketika mereka yang bersikap netral agama (kini Islam liberal) itu memegang kekuasaan?

Terbukti, belakangan, di zaman Presiden Jokowi, kini Menag Lukman Hakim Saifuddin (anaknya Menteri Agama zaman Orde Lama KH Syaifuddin Zuhri tersebut) pun ‘mampu bikin heboh’, memunculkan daftar 200 muballigh rilisan Kemenag, Ramadhan 1439H/ 2018.

Apa hebohnya?

Di antaranya, pentolan Islam Liberal Abdul Moqsith Ghazali yang bahkan dia itu pembela nabi palsu Moshaddeq pun dimasukkan dalam daftar 200 muballigh rekomendasi Kemenag itu.  (lihat link ini: https://www.nahimunkar.org/rancunya-daftar-200-muballigh-rilisan-kemenag-ada-emha-pengoplos-shalawat-dengan-nyanyian-gereja-dan-moqsith-pembela-nabi-palsu-moshaddeq/  ).

Demikian pula tukang nyanyi di gereja-gereja dan pengoplos shalawat dengan lagu gereja yakni Emha Ainun Najib pun dimasukkan daftar tersebut. https://www.nahimunkar.org/diduga-dua-pembela-lia-eden-dan-pentolan-pemusik-pengoplos-shalawat-dengan-nyanyian-gereja-masuk-daftar-terawal-200-muballigh-yang-direkomendasikan-kemenag/

Pembela Ahok penista agama, wong NU Yahya Staqub mantan juru bicara Gus Dur juga dicantumkan dalam daftar 200 muballih itu. https://www.nahimunkar.org/wong-nu-pembela-ahok-penista-agama-masuk-daftar-200-muballigh-rilisan-kemenag/

Tidak ketinggalan pula,  wong NU A Mustofa Bisri pembela Ahmadiyah yang terdaftar dalam AKKBB yang diumumkan bela Ahmadiah agama nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad pun tercantum  dalam daftar 200 muballigh rilisan Kemenag. Pembelaan A Mustofa Biri terhadap Ahmadiyah telah ada sorotannya, silakan simak ini. https://www.nahimunkar.org/ngawurnya-a-mustofa-bisri/

Keruan saja daftar 200 muballgh rilisan kemenag itu dianggap meresahkan umat Islam dan banyak suara santer yang memprotesnya, agar daftar 200 mubaligh rilisan Kemenag itu dicabut, dan Menag agar minta maaf.

Di antara bukti protes, beredar di medsos seperti berikut ini.

***

NAH LOHHH🤔🤔SEJARAH TERULANG

via fb Farida Juli Rahmayanti

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.077 kali, 1 untuk hari ini)