Foto google


Ulama Betawi ingin Gubernurnya yang bisa ikut shalat subuh berjamaah, bisa ikut shalat Jum’at berjamaah, Iedul Fitri dan Adha berjamaah, takbiran bareng, potong kurban bareng … rasanya gimaneee gitu. Kaya’ di negeri sendiri.

Keinginan punya gubernur yang Bisa Shalat dan Puasa  Bersama itu dituangkan dalam buku saku berjudul 9 Alasan Seribu Ulama Wajibkan Pilih Gubernur Muslim. Buku kecil setebal 32 halaman itu ditulis oleh Ulama Betawi Asli, Dr Ahmad Luthfi Fathullah MA dalam bentuk dialog antara Kyai dengan Muslim Betawi dalam logat Betawi. Buku saku ini beredar di masjid-masjid menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang akan berlangsung Rabu 19 April 2017.

Pasangan calon gubernur dan wagub yang maju untuk dipilih adalah paslon nomor urut 2 yaitu Ahok (Nasrani dalam keadaan terdakwa penista Al-Qur’an, sidangnya ditunda sampai 20 April 2017) dan Djarot, sedang yang paslon Anies-Sandi (Muslim dua-duanya) nomor urut 3.

Keinginan punya gubernur yang bisa shalat berjamaah dan Jum’at bareng itu merupakan alasan kesembilan (terakhir) dalam buku saku ini.

Silakan simak berikut ini.

***

Ingin Punya Pemimpin yang Bisa Shalat dan Puasa  Bersama Rakyatnya 

 Alasan terakhir kiyai, yang ke 9 ?

Ini sih pribadi banget, bukan pribadi ane,tapi pribadi seorang ustadz, seorang kiyai,seorang ulama, bahkan mayoritas mutlak jamaah di masjid dan musholla…

 Apa tuh kiyai … ?

Pengen Gubernurnya yang bisa ikut shalat subuh berjamaah, bisa ikut shalat Jum’at berjamaah, Iedul Fitri dan Adha berjamaah, takbiran bareng, potong kurban bareng … rasanya gimaneee gitu. Kaya’ di negeri sendiri.

Ini bukan alasan ilmiah ya kiyai ?

Hidup ini gak selamanya harus ilmiah,tapi rasa dan nurani juga harus dikasi

porsi. Kalau mau diilmiahin juga bisa ko’.

Gimana kiyai … ?

Dengan seringnya pemimpin bersama rakyatnya dalam semua kegiatan, maka rasa cinta itu akan tumbuh. Kalau sudahada .. Ketaatan pun akan muncul dengan sendirinya. Semua program pemerintah jadi didukung .. Rakyat seneng …pemerintah seneng. Pemerintah kan bukan penjajah .. Jangan mau enak sendiri. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Bahasa Betawinye : Makan gak makan asal ngumpul .. Ade kupi ,ade nasi uduk, ade duit kontrakan buat berangkat umroh.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.175 kali, 1 untuk hari ini)