Diposting Kamis, 27-12-2012

tahun_baru_832472364832KYRGYZTAN, muslimdaily.net, – Ulama Muslim di Kyrgyzstan telah mengeluarkan fatwa melarang perayaan Tahun Baru di negeri ini, sehingga mengundang reaksi beragam dari warganya.

“Tahun Baru ini bukanlah hari raya keagamaan,” kata Ravshan Eratov, kepala Administrasi Agama Muslim Kyrgyztan, kepada website Al-Jazeera, sebagaimana dilansir oleh onislam.net, Rabu 26 Desember.

“Hal ini tidak berhubungan dengan Muslim sama sekali.”

Eratov menekankan bahwa umat Islam memiliki hari raya mereka sendiri yakni Idul Fitri, yang menandai akhir puasa dibulan Ramadhan, dan Idul Adha, yang menandai akhir haji serta shalat Jumat tiap pekan.

“Hanya itu hari raya kita. Sisanya adalah bukan dari Islam,” katanya.

Perayaan Tahun Baru adalah tradisi di berbagai negara di belahan dunia, termasuk Kirgistan yang merupakan bekas bagian uni Soviet. Eratov mengatakan uang yang dihabiskan untuk merayakan Tahun Baru dapat digunakan dalam cara yang lebih baik misalnya membantu anak-anak yatim dan orang miskin.

Muslim membentuk 75 persen dari 5-juta penduduk Kyrgyzstan. Sekitar 50.000 orang menganut Kristen evangelis dan banyak lainnya beragama Kristen Ortodoks.

Meski banyak warga yang menentang, namun tidak sedikit yang mendukung seruan ulama tersebut.

“Tidak, jika mereka (ulama) mengatakan tidak diperbolehkan menurut syariah maka tidak diperbolehkan,” kata Ramil 23 tahun.

“Bahkan tidak untuk diskusi. Jika itu terjadi, sebaiknya kita menaati hukum Shari`ah,” tambahnya.
Tahun Baru tetap merupakan hari libur umum resmi di Kyrgyzstan meskipun terdapat fatwa tersebut.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 144 kali, 1 untuk hari ini)