Rabu, 04 Februari 2015, 16:57 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua ANNAS Pusat (Aliansi Nasional Anti Syiah), KH. Athian Ali, melaporkan ajaran sesat Syiah yang meresahkan umat Islam saat melakukan audiensi dengan Komisi VIII di ruang rapat Mahkamah Kehormatan Dewan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2).

Dalam pertemuan yang melaporkan keresahan ulama di sejumlah daerah di Indonesia terkait penodaan agama yang dilakukan Syiah, juga dihadiri oleh sejumlah ulama dari Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah, MUI, DDII, LPII, FUI,  dan Persis.

Redaktur:Mohamad Amin Madani

***

ANNAS, Gabungan Ulama MUI, NU dan Muhammadiyah Datangi DPR, Laporkan Keresahan Ulama tentang Syiah

Redaksi Salam-Online – Rabu, 14 Rabiul Akhir 1436 H / 4 Februari 2015 20:16

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Hari ini, Rabu (4/2), Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) melakukan audiensi dengan Komisi VIII di Gedung DPR Senayan Jakarta.

Audensi ini, seperti dilansir Islampos, Rabu (4/2), dihadiri oleh ulama dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, MUI, DDII, LPII, FUI, Persis, dan sebagainya.

ANNAS mengatakan, pertemuan dengan Komisi VIII ini dilakukan untuk melaporkan keresahan ulama di Indonesia terkait penodaan Islam yang dilakukan oleh Syiah.

MUI sendiri telah mengeluarkan buku berjudul ‘Mewaspadai Penyimpangan Syiah’ untuk membentengi akidah umat Islam dari aliran sesat tersebut.

“Ajaran ini sesat dan sudah meresahkan. Pernah terjadi di Sampang, bentrokan antara Syiah dengan kalangan Nahdliyin,” ujar Ketua ANNAS, KH Athian Ali Da’i, MA.

Perlindungan Umat Beragama, kata KH Athian, tidak boleh dibarengi dengan kezaliman terhadap mayoritas.

“Asas Ketuhanan harus diprioritaskan dari Kemanusiaan, bukan sebaliknya mengorbankan umat beragama atas nama Hak Asasi Manusia,” ujar Ulama asal Jawa Barat ini.

Dalam audensi ini hadir Anggota Komisi VIII, di antaranya, Deding Ishak, Shodiq Mujahid, dan Arzeti Bilbina. Sementara dari pihak ulama yang hadir antara lain, Habib Zein Al Kaff (PWNU Jatim), KH Ali Kharrar (NU Sampang), KH A Cholil Ridwan (Ketua MUI Pusat) dan Fahmi Salim, MA (Muhammadiyah). (Islampos)

salam-online

(nahimunkar.com)