Ulama Malaysia telah mengeluarkan fatwa melarang individu Muslim dari perdagangan valuta asing, surat kabar The Star melaporkan, sebagaimana dikutip oleh situs onislam.

“Sebuah studi oleh panitia menemukan bahwa perdagangan tersebut melibatkan spekulasi mata uang, yang bertentangan dengan hukum Islam,” kata Dr. Abdul Shukor Husin, ketua Dewan Fatwa Nasional.

“Untuk alasan itu, Dewan Fatwa Nasional telah memutuskan bahwa (perdagangan valas) itu adalah haram bagi umat Islam untuk berpartisipasi dalam perdagangan tersebut.”

Pasar valuta asing atau Forex (foreign exchange market) adalah perdagangan mata uang asing yang dilakukan secara global dan pasar finansial yang didesentralisasi secara luas.

Pusat keuangan di seluruh fungsi dunia sebagai jangkar perdagangan antara berbagai jenis pembeli dan penjual di seluruh dunia.

Pasar valuta asing menentukan nilai relatif dari mata uang yang berbeda.

Dalam transaksi valuta asing yang khas, suatu pihak membeli kuantitas dari satu mata uang dengan membayar jumlah uang tertentu.

Lembaga keislaman Malaysia tersebut mengatakan bahwa forex trading oleh individu menciptakan kebingungan di kalangan umat muslim.

“Ada banyak keraguan tentang hal itu (forex trading) dan ini melibatkan individu yang menggunakan Internet, dengan hasil yang tidak pasti,” kata Husin.

Dewan Fatwa, bagaimanapun, memungkinkan forex trading dengan money changer atau antar bank.

“Bentuk lain dari perdagangan mata uang asing, seperti perdagangan dengan penukaran uang atau antara bank, diperbolehkan karena mereka tidak melibatkan spekulasi mata uang atau hasil yang tidak pasti,” kata Husin.

Islam meletakkan kode etik yang ketat untuk bisnis yang melarang spekulasi dan riba.

Muslim Melayu membentuk sekitar 60 persen dari 26-juta penduduk Malaysia, sementara orang Kristen membentuk sekitar 9,1 persen.

[muslimdaily.net/rmd/onislam] Diposting Jum’at, 17-02-2012 | 05:24:42 WIB dengan judul Ulama Malaysia: Forex Haram

(nahimunkar.com)

(Dibaca 432 kali, 1 untuk hari ini)