Kereta Kencana Dedi Mulyadi yang Diberi Sesajen Setiap Hari, Dipinjam Istana Negara untuk Bawa Bendera Pusaka dalam rangkaian HUT RI ke-71 di Istana Negara Jakarta, pada 17 Agustus 2016.

Kereta kencana itu di Purwakarta digunakan Dedi untuk membawa kepala kerbau dan sesajen sebagai persembahan untuk syetan,” ujar KH Muhammad Syahid Joban, Lc, MA kepada Panjimas.com, Jum’at (12/8/2016).

Kereta kencana tersebut menjadi simbol kemusyrikan, dengan diberikan sesaji setiap hari, jelasnya. Mak Ulma ini menyayangkan jika kereta kencana, Ki Jaga Rasa, dipinjam pihak istana negara, yang dikabarkan akan digunakan membawa bendera pusaka.

Inilah beritanya.

***

Ulama Purwakarta : Pak Jokowi, Kenapa Anda Bawa Kereta Jurig Ini Ke Istana ?

Pimpinan Lembaga Dakwah Manhajus Sholihin, KH Muhammad Syahid Joban, Lc, MA menyayangkan jika kereta kencana, Ki Jaga Rasa, dipinjam pihak istana negara, yang dikabarkan akan digunakan membawa bendera pusaka.

Pasalnya, selama ini kereta kencana tersebut menjadi simbol kemusyrikan, dengan diberikan sesaji setiap hari.

Namun, Ustadz Syahid Joban berhusnuzhan (prasangka baik), bila  Presiden Jokowi tak tahu kalau selama ini kereta kencana itu digunakan untuk menjalani ritual syirik.

“Jokowi tidak tahu bahwa kereta kencana itu di Purwakarta digunakan Dedi untuk membawa kepala kerbau dan sesajen sebagai persembahan untuk syetan,” ujarnya kepada Panjimas.com, Jum’at (12/8/2016).

Maka, dirinya berusaha menegur Presiden Jokowi melalui twitter, terkait kereta kencana yang dipinjam istana negara.

“Pak @jokowi tercinta…Knp anda bawa kereta JURIG ini k istana? Padahal mereka gunakan utk ritual kemusyrikan,” ujar Ustadz Syahid Joban melalui akun twitternya @manhajusholihin.

“Pk @jokowi, di Purwakarta kereta kencana ini dgunakan Dedi utk membawa kpala kerbau&sesajen sbgai prsembahan utk syetan,” imbuhnya.

Terakhir Ustadz Joban menyampaikan nasihat kepada Presiden Jokowi melalui twitter, bahwa kemerdekaan adalah anugerah Ilahi, sehingga harus disyukuri bukan dikufuri.

Sumber: panjimas/suaranews.com

***

Sesajen atau Sesaji adalah  Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah

Menurut Al-Qur’an, mengembalikan kepada kemusyrikan itu lebih dahsyat dosanya dibanding pembunuhan.

Mengembalikan kepada kemusyrikan

Ketika upacara kemerdekaan RI justru mengembalikan dan mengangkat-angkat yang berbau sesajen atau sesaji dan semacamnya itu berarti dapat dimaknakan ke arah mengembalikan kepada kemusyrikan. Atau menyuburkan kemusyrikan. Atau merestui dan sama sekali tidak mempersoalkannya apalagi memberantasnya. Padahal, mengembalikan umat Islam kepada kemusyrikan itu dosanya lebih besar dibanding membunuh jiwa. Karena Allah Ta’ala telah berfirman:

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/191]

dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/217]

Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. (QS Al-Baqarah: 217).

Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya:

عن مجاهد في قول الله:”والفتنة أشدُّ من القتل” قال: ارتداد المؤمن إلى الوَثن أشدُّ عليه من القتل. –تفسير الطبري – (ج 3 / ص 565)

Dari Mujahid mengenai firman Allah وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ia berkata: mengembalikan (memurtadkan) orang mu’min kepada berhala itu lebih besar bahayanya atasnya daripada pembunuhan. (Tafsir At-Thabari juz 3 halaman 565).

Dikhawatirkan, setelah adanya pengangkatan kereta kencana yang tia(p hari diberi sesajen itu dipilih sebagai sarana terhormat dalam upacara kemerdekaan RI, maka di mana-mana negeri ini boleh jadi akan lebih menyuburkan lagi ritual-ritual ruwatan, sesajen, sedekah bumi, larung laut dan sebagainya yang itu semua merupakan upacara kemusyrikan yang dapat mengeluarkan Umat Islam dari Islamnya, maka betapa bahayanya. Dan masalah ini bukan hal yang tidak memprihatinkan bagi Umat Islam. Karena bagaimanapun, keimanan Umat Islam jangan sampai dijerumuskan ke kemusyrikan yang mengakibatkan kekal di neraka.

Semoga Allah Ta’ala melindungi Umat Islam dari para durjana aqidah yang menjual agamanya dan menyeret manusia kepada kemusyrikan dengan berbagai cara.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.899 kali, 1 untuk hari ini)