Perempuan Saudi sebagai kasir toko_82354327642

Perempuan Saudi sebagai kasir toko. ©alriyadh.com

Sebuah penelitian di Arab Saudi baru-baru menyebutkan mempekerjakan perempuan sebagai kasir toko adalah bentuk perdagangan manusia, seperti halnya eksploitasi seksual, kerja paksa atau penjualan organ tubuh.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (19/2), penelitian dilakukan oleh Muhammad al-Bogami itu mengutip sejumlah ulama yang melarang perempuan bekerja sebagai kasir toko. Menurut dia pekerjaan itu memungkinkan pria dan wanita saling berinteraksi dan digoda laki-laki.

Penelitian berasal dari makalah Universitas Islam Muhammad bin Saud itu menyebutkan bentuk eksploitasi terhadap perempuan itu bisa muncul di bidang pekerjaan media, periklanan, pramugari, resepsionis, dan kasir toko.

Bogami menyatakan para ulama menilai jika perempuan dipekerjakan karena kecantikan mereka untuk menarik pengunjung maka itu adalah bentuk perdagangan manusia.

Surat kabar al-Hayat yang bermarkas di London, Inggris, mengutip pernyataan Bogami yang mengatakan, perdagangan manusia tidak hanya berbentuk orang yang menjual sebagian dari organ tubuh tapi juga segala bentuk perbudakan atau eksploitasi seksual.

Sejumlah ulama di Saudi menggunakan fatwa untuk menentang keputusan pemerintah yang ingin memperluas bidang pekerjaan bagi kaum hawa di negeri itu.

“Perempuan seharusnya mencari pekerjaan lebih baik yang tidak membuat mereka harus berinteraksi dengan laki-laki,” bunyi sebuah fatwa.

Fatwa resmi itu berasal dari Dewan Ulama, otoritas tertinggi di Saudi.

[fas]

Reporter : Pandasurya Wijaya

Selasa, 19 Februari 2013 10:52:39/ mrdkcom

(nahimunkar.com)

(Dibaca 435 kali, 1 untuk hari ini)