(12 rekomendasi hasil kesepakatan urun rembug Ulama se-Bekasi Raya)

Dalam 12 rekomendasi hasil kesepakatan urun rembug Ulama se-Bekasi Raya (Jum’at 5/6 2015) ditegaskan untuk diberantasnya aliran sesat (Syiah, Ahmadiyah dll), sepilis (sekulerisme, pluralime agama, dan liberalisme), kemusyrikan dan kemaksiatan.

“Maraknya aliran-aliran sesat baik itu Syiah, Ahmadiyah juga aliran-aliran sesat yang lainnya yang tumbuh marak bagai jamur di Bekasi ini juga membuat kerisauan bagi kita. Banyaknya bentuk-bentuk kemaksiatan, kemunkaran yang sudah merajalela, sehingga kalau kita menonton televisi setiap pagi, setiap petang, setiap malam itu justru banyaknya kemaksiatan apa pun itu ada di Bekasi,” ujar Ustadz Bernard Abdul Jabbar ketua Panitia Pelaksana acara Urun Rembug Ulama Bekasi.

Inilah beritanya.

***

12 Kesepakatan Urun Rembug Ulama Se-Bekasi Raya

BEKASI (voa-islam.com) – Urun Rembug Ulama Bekasi digelar di Aula Masjid Agung Al Barkah, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (5/6). Dalam acara yang digagas Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), IDC dan Madani TV ini terdapat hasil kesepakatan yang akan dilanjutkan kepada pemerintah Kota Bekasi agar Bekasi menjadi ihsan dan bertauhid, sesuai dengan gagasan mulia acara ini.

UR Ulama Bekasi

Nampak hadir ulama dari berbagai elemen di Kota Bekasi, Wakil Walikota Bekasi yang hadir atas nama pribadi H. Ahmad Syaikhu yang merupakan tokoh dari PKS ini nampak hadir bersama Ustadz Salimin Dani dari Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Bekasi, Ketua Panitia Pelaksana Urun Rembug, Ustadz Bernard Abdul Jabbar serta Presidium KUIB Ustadz Maulana Al-Hamdani.

Tak hanya itu, acara ini juga dihadiri Ustadz Abdul Kadir Aka dari FPI Bekasi, Ustadz Muhammad Al Khattath Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ketua MUI Kota Bekasi KH Mursyid Kamil, Kabag Kesos Ahmad Yani, Presidium KUIB Ustadz Harada Nurdin, Ustadz Farid Ahmad Okbah, Ketua FKUB Kabupaten Bekasi Ustadz Sulaiman Zachawerus, Ketua FAPB Ustadz Abu Al-Izz serta wakil dari elemen dan ormas Islam Muhammadiyah, Persis serta Nahdlatul Ulama Bekasi.

UR Ulama Bekasi0

Ustadz Bernard Abdul Jabbar menyatakan sebab acara Urun Rembug Ulama Bekasi ini digelar atas dasar keresahan beliau pada aliran sesat sertabentuk kemaksiatan di Bekasi, ” Kami risau apa yang terjadi di Bekasi ini. Kerisauan itu bagian dari keimanan, ketika (melihat) berbagai kemaksiatan, berbagai kemunkaran ada di depan mata mereka,” ujarnya.

“Maraknya aliran-aliran sesat baik itu Syiah, Ahmadiyah juga aliran-aliran sesat yang lainnya yang tumbuh marak bagai jamur di Bekasi ini juga membuat kerisauan bagi kita. Banyaknya bentuk-bentuk kemaksiatan, kemunkaran yang sudah merajalela, sehingga kalau kita menonton televisi setiap pagi, setiap petang, setiap malam itu justru banyaknya kemaksiatan apa pun itu ada di Bekasi,” ujarnya.

 

Urun Rembug Ulama ini menghasilkan 12 Kesepakatan

Berikut intisarinya Urun Rembug Ulama Se-Bekasi Raya, Jumat Kemarin (5/6 2015):

  1. Terciptanya Bekasi yang ihsan dan bertauhid
  2. Meningkatkan Ukhuwah Islamiyyah antara ulama dari berbagai elemen masyarakat di Bekasi,
  3. Mengutamakan ushul dan menomorduakan furu’,
  4. Membersihkan pemikiran umat Islam dari bahaya sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme (Sepilis) yang sudah diharamkan oleh MUI,
  5. Konsolidasi atau penguatan umat Islam demi meningkatnya kemajuan dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik,
  6. Menutup tempat maksiat selama bulan suci Ramadhan dan seterusnya,
  7. Meminta pemerintah Bekasi menjalankan syariat Islam,
  8. Membangun kerjasama dalam bidang pendidikan mulai dari masjid, sekolah, pesantren, hingga perguruan tinggi,
  9. Menangani aliran sesat dan syirik bersama-sama,
  10. Mengadakan gerakan anti maksiat dalam bentuk tarhib ramadhan,
  11. Mengadakan ‘Urun Rembug Ulama’ kembali pada bulan Syawal,
  12. Membentuk tim riset dan silaturahim demi menguatkan umat islam.

Demikian laporan tim redaksi Voa-Islam.com. [dbs/adivammar/voa-islam.com] Ahad, 19 Sya’ban 1436 H / 7 Juni 2015 02:03 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.405 kali, 1 untuk hari ini)