Para Demonstran yang Terdiri dari Para Ulama dan Habaib se-Jakarta didepan Gedung KPK di Kuningan, Jakarta, Senin (4/4/2016).‎Foto: EZ


Salah seorang aktivis Islam, Alfian Tanjung, dalam orasinya mengatakan bahwa KPK hari ini bukanlah Komisi Pemberantasan Korupsi lagi, namun sudah menjadi Komisi Perlindungan Para Koruptor.

 “KPK sekarang ini sudah menjadi bandar uang, dihuni oleh para bandar, mafia dan cukong-cukong yang dapat membeli keadilan. Kita sudah muak dengan kamuflase. Ahok adalah musuh negara, Ahok wajib ditangkap,” serunya.

Sejumlah ulama, tokoh dan aktivis ormas mendatangi KPK dengan tuntutan agar Ahok ditangkap dan dipenjarakan karena kasus korupsi. Para Demonstran dari GMJ (Gerakan Masyarakat Jakarta) Terdiri dari Para Ulama dan Habaib se-Jakarta berorasi didepan Gedung KPK di Kuningan, Jakarta, Senin (4/4/2016).‎

Dalam tuntutannya, GMJ (Gerakan Masyarakat Jakarta) meminta agar KPK segera menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) karena dugaan sejumlah kasus korupsi.

Ahok diduga terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, diantaranya kasus penyerahan aset pemprov DKI kepada PT Transjakarta dimana indikasi kerugian negara senilai 1,6 triliun, penyerahan aset Pemprov DKI berupa tanah 234 meter blok apartemen yang nilainya Rp. 8,5 miliar, dan kasus pembelian lahan RS Sumber Waras dengan indikasi kerugian negara senilai 191 miliar, lansir SI online.

Pemerintah diingatkan agar tak memainkan rasa keadilan masyarakat, khususnya dalam kasus Sumber Waras.

Diketahui, hingga empat bulan pasca diserahkannya hasil audit investigasi BPK RI, ‎KPK tak kunjung berani menetapkan sang aktor utama gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (BAP) alias Ahok sebagai tersangka.‎

Padahal, berdasarkan temuan BPK, dalam proses pengadaan RS Sumber Waras Ahok juga melanggar prosedur dan perundang-undangan.‎‎‎

Belakangan beredar kabar, para komisioner KPK ‎hingga kini belum kompak, lantaran ada orang kuat yang menghalang-halangi.

Kordinator Gubernur Muslim Jakarta (GMJ), ‎ KH Fachrurrozy Ishaq menilai, sebenarnya korupsi dalam kasus RS Sumber Waras sudah sangat jelas. Sehingga komisioner KPK mestinya tidak akan kesulitan untuk mengusut kasus tersebut, tulis teropongsenayan.com, Senin, 04 Apr 2016 – 14:25:10 WIB

Dalam kesempatan itu para ulama dan tokoh Islam bahkan tokoh Tionghoa mendesak KPK agar memenjarakan Ahok.

Inilah beritanya.

***

Ulama dan Tokoh Tionghoa Desak KPK Penjarakan Ahok

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Sejumlah ulama, tokoh dan aktivis ormas menggelar unjuk rasa, Senin (4/4), di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendesak lembaga anti-ruswah itu agar menetapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka, di antaranya dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras.

Salah seorang aktivis Islam, Alfian Tanjung, dalam orasinya mengatakan bahwa KPK hari ini bukanlah Komisi Pemberantasan Korupsi lagi, namun sudah menjadi Komisi Perlindungan Para Koruptor.

“KPK sekarang ini sudah menjadi bandar uang, dihuni oleh para bandar, mafia dan cukong-cukong yang dapat membeli keadilan. Kita sudah muak dengan kamuflase. Ahok adalah musuh megara, Ahok wajib ditangkap,” serunya.

Hal senada diungkapkan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath. Ia menilai Ahok sudah melakukan mega skandal korupsi yang merugikan negara dan rakyat Indonesia. Namun, meski sudah diungkap BPK soal penyimpangan yang dilakukan Gubernur DKI itu dalam kasus pembelian lahan RS Waras, anehnya KPK berdalih Ahok belum punya niat jahat.

“Mega skandal korupsi Ahok harus menjadi prioritas kerja para penegak hukum dalam memberantas korupsi. Negara sudah dirugikan 1,9 triliun, rakyat dirugikan, tunggu apa lagi, tangkap Ahok,” tegas Al Khaththath.

Tidak sampai di situ, menurutnya, kasus Ahok bukan hanya terkait korupsi. Tetapi pelanggaran terhadap Undang-Undang Negara pun dilakukan.

Khaththath menyebut Ahok telah melanggar Undang-Undang No. 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara pasal 41 angka 5 dan Undang-Undang No. 40 tahub 2007 tentang Perseroan Terbatas pasal 34 ayat 2, juga Peraturan Pemerintah No 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah pasal 39 ayat 1 dan 2.

Sementara tokoh Tionghoa Lius Sungkarisma menegaskan bahwa dirinya akan terus menyambangi gedung KPK hingga Ahok dipenjarakan.

“Kami Komunitas Tionghoa, anti korupsi, akan terus datangi KPK. Kami melihat dalam kasus Ahok KPK seperti tidak berdaya. Kalau dikatakan belum cukup alat bukti, ini sangat aneh. Kami akan terus memperjuangkan agar ahok ditangkap,” seru Lius.

Penangkapan Ahok, menurutnya, bukan lantaran Ahok keturunan Tionghoa. “Kita minta Ahok ditangkap bukan karena Ahok Kristen dan suku Tionghoa. Dia ditangkap karena telah menghina rakyat kecil, telah melakukan tindak korupsi,” ujar Koordinator Forum Rakyat Tionghoa ini.

dukung KPK penjarakan ahok

Foto: EZ

Selain Alfian, Al Khaththath dan Lius, aksi ini dihadiri pula oleh beberapa ulama, habaib dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ), antara lain Habib Rizieq Syihab (FPI), KH Luthfi Hakim (FBR), Habib Abdurrahman Al Habsyi (Kwitang), KH Syukron Ma’mun (Pengasuh Ponpes Daarul Rahman), Ustadz Abu Jibriel (Majelis Mujahidin), KH Maulana Kamal Yusuf (Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta), dan KH Arifin Ilham (Az-Zikra). (EZ/salam-online). Redaksi Salam-Online – Senin, 25 Jumadil Akhir 1437 H / 4 April 2016 16:29

***

Faizal Muhammad Tonong 

tangkap ahok

INDAHNYA PERSATUAN  depan gedung KPK 4 April 2016
tanpa memandang SARA demi satu tujuan TURUNKAN & TANGKAP
PEMIMPIN PENDUSTA !!!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 915 kali, 1 untuk hari ini)