Edirne (lasdipo.com)- Mehmet Gormez, ulama terkemuka Turki, mengatakan dunia seolah meratap ketika 12 orang tewas atas penyerangan kantor majalah penghina Nabi, Charlie Hebdo, tapi diam ketika jutaan Muslim di seluruh dunia dibantai. Padahal jelas-jelas orang-orang tersebut kelewat batas dalam memaknai kebebasan, sedang 12 juta muslim yang terbantai itu tidak berdosa atas suatu hal.

“Kita meratap ketika 12 orang tewas terbunuh, namun tidak ada simpati sama sekali ketika 12 juta Muslim terbunuh dalam 10 tahun terakhir,” ujar Gormez.

Menurut Gormez, saat pawai simpati terhadap korban insiden Charlie Hebdo, tidak satu pun yang berbicara bagaimana Muslim dibantai di Damaskus, Baghdad, atau diteror di hampir semua tempat di Eropa.

 

“Jika dunia hanya bisa bersimpati terhadap pembunuhan sedikit orang di Eropa, dan abai terhadap pembantaian lain, seluruh umat manusia akan hancur,” ujar Gormez.

 

Meki Gormez menambahkan bahwa dirinya mengutuk serangan ke kantor Charlie Hebdo. Kekerasan, katanya, tidak bisa dihapus dengan kekerasan. Darah tidak bisa dihapus dengan darah.

“Namun, keamanan dunia juga tidak bisa dipertahankan dengan menindas keyakinan,” lanjut Gormez.

Serangan yang dilakukan Said dan Cherif adalah reaksi paling keras terhadap penindasan kepercayaan atas nama kebebasan berbicara. (ini/lasdipo)

Rep: aiman
Editor: aiman, Rabu, 14 Januari 2015 17:30 WIB

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.364 kali, 1 untuk hari ini)