‘Ayat’ yang ditulis Ulil bunyinya: “Insyaallah, di hari itu akan kelihatan dg terang-benderang, yg diridai Allah adalah Islam liberal,” kicau Ulil, Kamis (17/9/2015) melalui akun twitter pribadinya @ulil.

Kicauan itu menjawab cuitan seorang netizen Nugraha Nasef yang menuliskan, “semua di hari pengadilan nanti bakal ketahuan ideologi mana yang sesat dan hukum Allah SWT sangat adil”, kutip pkspiyungan.org.

Dalam kasus ini, Ulil telah berbicara mengenai akherat dan atas nama Allah untuk keyakinan yang telah dia usung selama ini, yaitu Islam Liberal yang merelatifkan kebenaran Islam.

Apakah Ulil kini sudah ngebet jadi ‘Nabi’ Islam Liberal, bukan hanya sebagai kordinator JIL (satu bagian dari sejumlah Islam Liberal) seperti pada awalnya di zaman Gus Dur masih hidup?

Padahal Islam Liberal yang merelatifkan kebenaran Islam itu sendiri telah jauh dari ridha Allah, karena Islam Liberal dengan merelatifkan kebenaran mutlak Islam itu berarti telah meragukan kebenaran mutlak Al-Qur’an, sumber utama Islam.

Padahal Al-Qur’an telah menegaskan:

الٓمٓ ١ ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ ٢ [سورة البقرة,١-٢]

  1. Alif laam miim
  2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa [Al Baqarah,1-2]

Kalau pernyataan Ulil itu diikuti, maka konsekuensinya, Umat Islam yang mengikuti dan meyakini bahwa Islam itu mutlak benar, justru tidak diridhai Allah, karena bertentangan dengan ‘nabi palsu’ Ulil.

Bukankah faham yang disebarkan Ulil itu benar-benar serangan dahsyat terhadap Islam dan Umat Islam secara keseluruhan?

Ingat, Said Aqil Siradj ketua Umum NU bilang, makin panjang jenggotnya maka makin goblok.

Itu pada hakekatnya sama dengan menyerang Islam pula. Karena memanjangkan jenggot itu termasuk sunnah Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam. Maka serangan Said ketum NU itu mendapatkan reaksi luas dari Umat Islam.

Kini serangan Ulil Abshar Abdallah dengan cara klaim “…yg diridai Allah adalah Islam liberal,” itu tidak kalah menohoknya pula terhadap Islam.

Dua pentolan Islam Nusantara dari NU ini sedang sama-sama menghujat Islam, tampaknya. Apa sebenarnya yang mereka cari?

Inilah beritanya tentang ‘ayat’ yang dibawakan Ulil.

***

Akhirnya Ulil Menemukan ‘Kebenaran’

Ulil-2014-2015

Akhirnya apa yang menjadi ‘aqidah’ kalangan Islam Liberal diruntuhkan oleh mereka sendiri.

Selama ini ‘aqidah’ Islam Liberal menyatakan bahwa ‘kebenaran itu relatif’ ‘semua agama benar’ ‘semua isme benar’ ‘jangan kapling kapling surga’ ‘jangan suka klaim kebenaran’ dan pernyataan sejenisnya.

Tak tanggung-tanggung, yang meruntuhkan ‘aqidah’ liberal adalah Pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) itu sendiri, Ulil Abshar Abdalla.

Belum lama ini melalui akun twitternya Ulil dengan tegas menyatakan bahwa yang diridhai Allah adalah Islam Liberal.

ulil-twit002

“Insyaallah, di hari itu akan kelihatan dg terang-benderang, yg diridai Allah adalah Islam liberal,” kicau Ulil, Kamis (17/9/2015) melalui akun twitter pribadinya @ulil. Kicauan itu menjawab cuitan seorang netizen Nugraha Nasef yang menuliskan, “semua di hari pengadilan nanti bakal ketahuan ideologi mana yang sesat dan hukum Allah SWT sangat adil”. 

Tentu banyak netizen yang menyanggah pernyataan Ulil ini. Komentar-komentar netizen bisa dibaca di link ini https://twitter.com/ulil/status/644425328106954752 (kalau belum dihapus).

Tapi setidaknya ‘liberal’ sudah mengakui bahwa ‘kebenatan itu mutlak’ ‘kebenaran itu bukan relatif’. Dan akhirnya ‘jualan’ liberal dengan ‘aqidah kebenaran itu relatif’ dengan sendirinya mereka ingkari sendiri.

Maka, tepat sekali komentar seorang netizen Amir ilham:

“@ulil semoga om ulil bisa secepatnya menghadap ALLAH supaya bisa merasakan ‘indah’nya islam liberalnya di hari itu.. adil bukan.”

pkspiyungan.org,  Minggu, 20 September 2015   CATATAN

Kiriman Abimantrono Anwar

(nahimunkar.com)

(Dibaca 23.733 kali, 2 untuk hari ini)