• Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ke MUI untuk menyampaikan aspirasi dan data tentang kesesatan aliran Syiah.
  • Tetapi, ada kejadian unik. Entah sengaja atau karena ada uzhur syar’i, dua orang ketua MUI, KH Umar Syihab dan KH Muhyidin Djunaedi meninggalkan pertemuan sebelum Ustadz Farid selesai menyampaikan berbagai fakta dan data kesesatan Syiah.

KH Umar Syihab adalah salah satu ketua MUI yang  konon ditengarai lebih condong dan pro terhadap kelompok Syiah. Demikian pula Muhyidin Djunaedi Ketua MUI Bidang Hubungan dan Kerjasama Internasional, bahkan bangga mengaku telah menandatangani kerjasama dengan lembaga Syi’ah di Karbala Irak. (lihat artikel Syi’ah Memusuhi Islam Bersekongkol dengan Para Pengkhianat, https://www.nahimunkar.org/10522/syiah-memusuhi-islam-bersekongkol-dengan-para-pengkhianat/ )

Pertemuan yang ditinggalkan dua oknum pro syiah itu beritanya sebagai berikut.

***

Farid Okbah Bicara Soal Syiah, Umar Syihab Tinggalkan Rapat

Shodiq Ramadhan | Rabu, 28 Maret 2012 | 01:49:00 WIB

Jakarta – Salah satu agenda Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ke MUI adalah untuk menyampaikan aspirasi dan data tentang kesesatan aliran Syiah. MIUMI juga menyerahkan hasil investigasi Peristiwa Sampang. Untuk itu, dalam audiensi di Kantor MUI Pusat, Selasa (27/3/2012) kemarin, MIUMI memberikan amanah itu kepada Ustadz Farid Okbah agar menyampaikan di hadapan sejumlah pengurus harian MUI Pusat.

Mulanya, sejumlah ketua MUI hadir mendengarkan barbagai pemaparan MIUMI seputar organisasi yang baru dibentuk itu, serta sejumlah isu strategis lainnya, seperti soal RUU Kesetaraan Gender. Di antara pengurus harian MUI yang hadir di antara lain, KH Ma’ruf Amin, KH Ichwan Syam, KH Umar Syihab, Hj Tuty Alawiyah AS, H Anwar Abbas, KH Muhyidin Djunaedi, Sinansari Ecip dan Natsir Zubaidi. Belakangan kemudian hadir KH Amidhan dan KH Tengku Zulkarnaen.

Tetapi, ada kejadian unik. Entah sengaja atau karena ada uzhur syar’i, dua orang ketua MUI, KH Umar Syihab dan KH Muhyidin Djunaedi meninggalkan pertemuan sebelum Ustadz Farid selesai menyampaikan berbagai fakta dan data kesesatan Syiah. Hingga kini, Suara Islam Online, belum berhasil memperoleh konfirmasi dari mereka mengapa mereka meninggalkan pertemuan.

KH Umar Syihab adalah salah satu ketua MUI yang  konon ditengarai lebih condong dan pro terhadap kelompok Syiah. Soal keluarnya Umar Syihab dari forum ini, seusai pertemuan, Suara Islam Online mencoba bertanya kepada Wakil Sekjen MUI, Natsir Zubaidi. “Ya mungkin karena dia tak tahan mendengar paparan Farid Okbah”, jawab Natsir mencoba menerka.

Syiah, Sesat dan Menyesatkan

Di hadapan pengurus harian MUI Pusat, Farid Okbah memang menyampaikan bukti ilmiah dan otentik dari sumber-sumber Syiah tentang sikap mereka yang mencaci maki para sahabat dan ummul mukminin. Farid juga mengungkap gerakan Syiah di Indonesia yang makin massif.

“Di Islamic Book Fair kita bisa temukan buku-buku Syiah ada 800 judul”, kata Farid sembari menunjukkan sampul buku-buku Syiah yang ia maksud.

Bukan hanya melalui buku atau pemikiran, Syiah juga telah menggunakan pemerintah untuk memuluskan agendanya. Buktinya, kata Farid, di Bandung saat akan ada seminar yang membahas soal Syiah, polisi setempat menekan panitia agar membatalkan acara itu. “Ini atas permintaan Ijabi”, kata Farid.

Farid juga mengingatkan kiprah salah satu tokoh Syiah di Indonesia, Haidar Bagir, yang mendirikan Yayasan Muslim Indonesia Bersatu. “Saya kira kita harus bereaksi karena kurang ajar sekali mereka. Mereka mengacak-acak suumber ahlussunah untuk membenarkan Syiah”, kata Farid.

Karena itu Farid meminta MUI agar segera melakukan upaya konkrit untuk membentengi akidah umat Islam dari serangan Syiah yang makin menggurita. “Nanti yang akan jadi korban yang warga NU dan Muhammadiyah”, lanjut Farid.

Rep: Shodiq Ramadhan (SI ONLINE)

***

Untuk mengetahui kedudukan mereka yang pro syiah namun ada di MUI, inilah susunan pengurus MUI sekarang.

Berikut Susunan Pengurus MUI 2010-2015:

Ketua Umum:

KH MA Sahal Mahfudh

Wakil Ketua Umum

HM Din Syamsuddin

Ketua-Ketua:

  1. Ketua Bidang Fatwa: KH Ma’ruf Amin.
  2. Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah: H Umar Shihab.
  3. Ketua Bidang Dakwah: H Amrullah Ahmad.
  4. Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi: KH Abdullah Syukri Zarkasyi.
  5. Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian: H Yunahar Ilyas.
  6. Kerua Bidang Hukum dan Perundang-undangan: H Basri Barmanda.
  7. Ketua Bidang Perekonomian dan Produk Halal: H Amidhan.
  8. Ketua Bidang Pemberdayaan Perekonomian: H Anwar Abbas.
  9. Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Keluarga dan Perlindungan Anak: Hj Tutty Alawiyah.
  10. Ketua Bidang Remaja dan Seni Budaya: Cholil Ridwan.
  11. Ketua Bidang Kerukunan Umat Beragama: Slamet Effendy Yusuf.
  12. Ketua Bidang Hubungan dan Kerjasama Internasional:  KH Muhyidin Djunaedi.
  13. Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi: H Sinansari Ecip.
  14. Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan SDA: KH Hafidz Usman.

Sekretaris Jenderal

HM Ichwan Sam

Wakil Sekjen:

1. H Zainut Tauhid Sa’adi

2. Hj Welya Safitri

3. H Natsir Zubaidi

4. H Tengku Zulkarnaen

5. Amirsyah Tambunan

6. Noor Ahmad

7. Hj Amani Lubis

Bendarhara  Umum

Hj Yuniwati

Bendahara:
1. H Ahmad Djunaedi

2. H Nadzratuzzaman Hosen

3. H Chunaini Saleh

4. Tabri Husein

5. Hj Chairunnisa

Dewan Penasihat:

KH Tolchah Hasan

KH Kafrawi Ridwan

H Azwar Anas

KH Tarmizi Taher

H Chairul Tanjung

Hj Aisyah Amini

H Irsyad Djuwaili

Hj Mahfudzoh Ali Ubaid

H Abdul Rasyad Saleh

Sumberr: VIVAnews

https://www.nahimunkar.org/2963/inilah-susunan-pengrus-mui-periode-2010-2015/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.196 kali, 1 untuk hari ini)