Saat melintas di Yayasan YAPI, peserta pawai berhenti dan berorasi di depannya. Mereka memberikan pemahaman kepada kaum muslimin seluruhnya akan bahaya kesesatan Syiah.

BANGIL– Dalam rangka menyambut datangnya tahun baru Islam 1 Muharram 1436 Hjriyah, umat Islam kota Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur menggelar aksi damai tolak Syiah dalam bentuk acara pawai keliling kota Sabtu (25/10/2014).
Ketua panitia pawai KH. Nurkholis Mustari menyebut kan pawai ini adalah perayaan ke 5 diadakannya pawai ta’arruf di kota Bangil. Seribu peserta pawai yang terdiri dari murid sekolah, para santri dan warga Bangil, Wonorejo, Pasuruan serta daerah lainnya di Jawa Timur sangat antusias mengikuti acara ini dari awal sampai akhir.

Bangil Tolak Syiah 2 Foto Arrahmahcom
Bangil Tolak Syiah 2 Foto Arrahmahcom

“Peringatan tahun baru Islam tahun ini lebih ramai dari tahun sebelumnya. Tahun ini diikuti oleh seribu lebih peserta,” ujar Nurkholis, mengutip laman syiahndonesia.com.
Menurut dia acara ini sekaligus momen bagi kaum Muslimin untuk memberikan pemahaman akan kesesatan Syiah kepada warga masyarakat kota seluas 44,6 km2 ini.

Bangil Tolak Syiah 3 Foto Arrahmahcom
Bangil Tolak Syiah 3 Foto Arrahmahcom

Di antara peserta pawai yang mempromosikan kesesatan Syiah dengan membawa spanduk maupun banner berupa anjuran agar mewaspadai kelompok sesat Syiah.
Saat melintas di Yayasan YAPI, peserta pawai berhenti dan berorasi di depannya. Mereka memberikan pemahaman kepada kaum muslimin seluruhnya akan bahaya kesesatan Syiah.

Bangil Tolak Syiah 4 Foto Arrahmahcom
Bangil Tolak Syiah 4 Foto Arrahmahcom

Menurut panitia, pawai ini diikuti 40 kelompok, diantaranya, kelompok Aswaja Bangil, Rombongan Ar-Riyadh, Rombongan Darul Ihya’ pimpinan Ahmad bin Husein. (azmuttaqin/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Senin, 4 Muharram 1436 H / 27 Oktober 2014 16:17
***

Gara-gara Pesantren Yayasan Pesantren Islam (Yapi) Bangil Ini, Syiah Masuk ke Sampang

By nahimunkar.com on 2 January 2012

• Kiai Achmat mendapat kiriman koran dari negara Iran yang dikirim sahabatnya. Dari situlah, Kiai Achmat kagum pada sosok imam besar Syiah Iran, Ayatullah Imam Khumaini.
• Dikirimlah tiga anak Kiai Achmat, yakni Tajul Muluk, Roisul Hukama’, dan seorang putrinya untuk nyantri ke Pesantren Yayasan Pesantren Islam (Yapi) Bangil Pasuruan antara 1991 hingga 1992. Pesantren ini disebut-sebut mengajarkan Syiah.
• Berbagai desakan dan protes mengakibatkan Tajul Muluk berhenti dari Yapi Tahun 1998, untuk kemudian menjadi tenaga kerja ke Arab Saudi.
• Meski tak tamat Yapi, rupanya Syiah di hati Tajul sangat membekas.
• Berbekal uang dari hasil menjadi tenaga kerja di Arab, Tajul Muluk pulang ke Nangkernang dan mendirikan pesantren kecil IJABI tahun 2004 dibantu kakaknya, Iklil Almilal, dan adiknya, Roisul Hukama’.
• Belakangan karena ada perbedaan, Roisul Hukama’ kembali menjadi ahlus sunnah.
Inilah beritanya.
***

Begini Proses Syiah Masuk Sampang

Sampang – Masuknya Syiah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, bermula dari keresahan Kiai Achmat Nawewi, ulama dari Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam. Kiai Achmat merupakan ayahanda Ustad Tajul Muluk, pemimpin Syiah Sampang saat ini.
Putra tertua Kiai Achmat, Ustad Iklil Almilal, menuturkan sebagai seorang ahlus sunnah wal jamaah (NU) ayahnya belum mantap dengan berbagai ajaran dan kitab kuning yang dipelajarinya. Karena itu Kiai Achmat terus mempelajari dan memperdalam banyak referensi tentang Islam untuk memantapkan hatinya.
Sampai suatu saat, kata Iklil, Kiai Achmat mendapat kiriman koran dari negara Iran yang dikirim sahabatnya. Dari situlah, Kiai Achmat kagum pada sosok imam besar Syiah Iran, Ayatullah Imam Khumaini.
Lantas, lanjut Iklil, dikirimlah tiga anak Kiai Achmat, yakni Tajul Muluk, Roisul Hukama’, dan seorang putrinya untuk nyantri ke Pesantren Yayasan Pesantren Islam (Yapi) Bangil Pasuruan antara 1991 hingga 1992. Pesantren ini disebut-sebut mengajarkan Syiah. Namun pengurus Pesantren Yapi menyangkal disebut beraliran Syiah. Keputusan Kiai Achmat memondokkan putranya ke Yapi ditentang sepupunya, KH Ali Karrar, pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid di Kabupaten Pamekasan. Berbagai desakan dan protes itu membuahkan hasil. Tahun 1998, Tajul Muluk berhenti dari Yapi untuk kemudian menjadi tenaga kerja ke Arab Saudi. Meski tak tamat Yapi, rupanya Syiah di hati Tajul sangat membekas.
Berbekal uang dari hasil menjadi tenaga kerja di Arab, Tajul Muluk pulang ke Nangkernang dan mendirikan pesantren kecil IJABI tahun 2004 dibantu kakaknya, Iklil Almilal, dan adiknya, Roisul Hukama’. Santri dan pengikut Tajul berkembang pesat. Saat ini tercatat jumlahnya mencapai 138 keluarga atau 548 jiwa. Tapi belakangan karena ada perbedaan, Roisul Hukama’ kembali menjadi ahlus sunnah.
MUSTHOFA BISRI JUM’AT, 30 DESEMBER 2011 | 13:58 WIB TEMPO.CO,
http://www.tempo.co/read/news/2011/12/30/058374470/Begini-Proses-Syiah-Masuk-Sampang

(nahimunkar.com)