Bekasi (voa-islam.com)—Polemik pembangunan gereja Santa Clara di Bekasi Utara, Jawa Barat terus berlanjut.

Saat ini Santa Clara yang telah di-status quo-kan  berdasarkan kesapakatan tokoh Bekasi dan Pemerintah Kota Bekasi. Itu artinya, pembangunan gereja harus dihentikan.

Abdul Kadir AK, tokoh Islam Bekasi yang juga turut menandatangani surat kesepakatan status quo tersebut akan terus memantau perkembangan kasus Santa Clara.

Abdul Kadir mengingatkan, jika memang ada pembangunan kembali di gereja Santa Clara, warga bekasi tidak akan tinggal diam.

“Kita nunggu gerakan selanjutnya kalau memang ada pembangunan,” ujar Abdul Kadir kepada Voa-Islam, Senin (18/1/2016) malam.

Selain itu, dia juga mengaku bahwa pihak pemerintah sendiri sudah diingatkan tentang penolakan masyarakat atas pembangunan gereja di lingkungan mayoritas Muslim tersebut.

“Pemerintah sendiri saat itu lewat ketua FKUB sudah diingatkan oleh kita. Waktu itu Kiai Ishom yang menyampaikan, bahwa jangan terlalu mudah memberikan izin pembangunan gereja,” ungkap Abdil Kadir.*[Nizar/Syaf/voa-islam.com]

Foto-foto dan berita penolakan terhadap dibangunnya gereja Santa Clara di Bekasi dapat dilihat di sini:
[Galeri Foto] Tolak Pembangunan Gereja Santa Clara, Ribuan Umat Islam Kepung Kantor Walikota Bekasi

By: panjimas.com/Selasa, 8 Rabiul Akhir 1437 H / 19 Januari 2016 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.723 kali, 1 untuk hari ini)